Waspada ! Udara Kota Duri di Level Bahaya

0
661

DURI, SUARAPERSADA.com – Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis sejak Kamis (25/8), telah diselimuti kabut asap tebal. Parahnya lagi, kabut asap tebal datang dengan tiba-tiba, tanpa melalui proses tahapan yang panjang, yakni mulai dari kabut asap tipis sekian lama baru menebal. Tapi kali ini, kabut asap langsung tiba-tiba tebal, tampak juga debu berterbangan dan berserakan kerumah-rumah warga.

“Tadi pagi saya menjumpai banyak debu berserakan didepan kantor, dan juga sampai masuk kedalam, sehingga saya sapu,” ujar Roby (42) salah seorang warga Mandau dan anggota DPP Serikat Buruh Riau Independen (SBRI) Jl.Karang Anyer, Duri, Jumat siang (26/08).

Keheran warga tadi bukan tanpa alasan, pantauan dilapangan memang membuktikan, musibah asap yang telah melanda wilayah Kecamatan Mandau dan sekitarnya sudah berada dalam kategori yang membahayakan. Saking tebalnya kabut asap, matahari pun tidak tampak lagi disiang hari bolong. Membuat kondisi cuaca macam senja hari.

Kepala UPTD Kesehatan Kec.Mandau, yang juga menjabat Kepala Puskesmas Balai Makam dr. Chairiah, kepada media ini Jumat (26/08) mengatakan, bahwa kembali datangnya musibah kabut asap diwilayah Kecamatan Mandau ini, tak lain disebabkan oleh kejadian kasus kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi di beberapa titik di kabupaten tetangga maupun Kabupaten Bengkalis sendiri.

“Musibah kabut asap ini tak ayal kembali merisaukan  masyarakat banyak. Bukan apa-apa, masyarakat masih dihantui dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 lalu, yang mengakibatkan bencana kabut asap yang luar biasa. Kekhawatiran masyarakat sangat wajar, karena dampak kabut asap yang berdampak luas bagi masyarakat dan makhluk hidup lainnya. Terutama bagi kesehatan manusia dan keselamatan transportasi darat, laut dan udara,” sebut Chairiah.

Dijelaskanya lagi, “Kita tidak ingin, bencana kabut asap seperti tahun lalu, kembali terjadi di tahun ini. Kita minta pemerintah segera mencari solusi pencegahannya. Sebelum kasus kebakaran lahan ini sampai terulang lebih parah lagi,” harapnya.

“Apalagi sekarang dibeberapa desa diwilayah Kecamatan Mandau, kita dengar beritanya sudah ada puluhan hektar lahan yang terbakar. Malah yang terbakar itu lahan gambut lagi. Ini yang sangat kita khawatirkan, terlebih di kondisi cuaca panas ekstrem di musim kemarau panjang seperti sekarang ini,” ulasnya.

“Dampak kabut asap jelas sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Apalagi, kabut asap sudah mencemari udara Mandau, dan bendera merah sudah dinaikkan di kantor PT.CPI, karena sudah kategori bahaya. Secara jangka pendek dapat menyebabkan penyakit radang paru-paru, ISPA, asma, iritasi mata (conjuctivitis) atau gangguan tumbuh janin. Sedang efek jangka panjang dapat menyebabkan kanker paru-paru dan gangguan kecerdasan pada anak,” terang Chairiah.**(Julieser)

Tinggalkan Balasan