Beranda Breaking News Warga Menolak : Sosialisasi Rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Ricuh

Warga Menolak : Sosialisasi Rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Ricuh

406
0
Sosialisasi Rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah
Kondisi Acara Sosialisasi Mulai Memanas

DELI SERDANG, SUARAPERSADA.com – Sosialisasi recana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah atau limbah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Deliserdang dengan masyarakat Dusun V Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara, Rabu (26/8/2020) berakhir rucuh.

Pasalnya, masyarakat menilai, pembangunan TPA diwilayahnya merupakan pencemaran lingkungan. Yang nantinya mengeluarkan aroma busuk yang berakibat terancamnya kesehatan warga masyarakat.

Dalam acara sosialusasi ini, pihak pemerintah dihadiri Kabid PSU Perkim, Rudi siregar, Arif Tarigan ST (PUPR), Kadis Lingkungan hidup, Ir. Artini Siantaria Marpaung, Camat STM Hilir, Hesron T Girsang, Kades STM Hilir, Muhammad Dermawan, Ramadhan dri pihak PT.Kartun Maybrat Lestari. Sementara dari puluhan warga yang hadir diwakili, Fati Zebua,SH, Hawari Hasibuan,SH dan Hidayat sebagai juru bicara masyarakat.

Kabid PSU Dinas Perkim Kabupaten Deliserdang, Rudi Siregar menjelaskan bahwa pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Samlah bertujuan untuk mendukung program Pemkab Deli Serdang dalam mewujudkan ramah lingkungan. Dan rencana pembangunan TPA ini sudah di ajukan Bupati kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipusat jakarta, terangnya.

Baca juga : LIPPSI Soroti Dugaan Korupsi ‘Laknat’ Proyek TPA Muara Fajar

Melihat situasi mulai memanas, salah seorang pejabat PUPR Provinsi Sumut mencoba memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa pembangunan TPA oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nantinya akan menggunakan sistem sanitary landfill. Karena dengan sistem Sanitary Landfill pada TPA akan membuat kawasan di sekitar tidak akan tercemar dan tidak bau, justru menciptakan ramah lingkungan, paparnya.

Hal senada juga disampaikan pihak kontraktor pelaksana proyek, Ramadhan yang meminta kepada masyarakat untuk dapat mendukung program pemerintah tersebut, pintanya.

Mendengar penjelasan dari pihak pemerintah dan kontraktor tersebut, sontak saja puluhan masyarakat berteriak,” Kami tetap menolak rencana pembangunan TPA tersebut,” teriak warga.

Fati Zebua, SH, selaku juru bicara masyarakat mempertanyakan, apakah rencana pembangunan TPA di kawasan Perumahan Taman Anugrah Permai dan perumahan Gemini Perkasa sudah sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No : 03 tahun 2013. “Kami tetap menolak pembangunan TPA”, teriaknya yang disambut tepuk tangan warga.

Mega Zebua yang juga aktivis mahasiswa menuding pemerintah daerah lebih mengedepankan kajian -kajian ketimbang peraturan yang berlaku No: 03 tahun 2013. Pemkab Deliserdang terkesan memaksakan kehendak tanpa memperhatikan kebersihan lingkungan pemukiman warga masyarakat, tudingnya.

Hawari Hasibuan,SH yang juga warga setempat menyampaikan, bahwa peran serta masyarakat itu sangatlah penting untuk suksesnya kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

Tampak Kaum Ibu Melakukan protes Dan Menolak Pembangunan TPA Di Wilayahnya Dengan Tulisan Di Karton

Namun dalam rencana pembangunan TPA ini,
pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumut dan Bupati Deli Serdang telah menentang Peraturan Mentri No : 03 tahun 2013, pasal 35 huruf (e). Yakni, jarak dari pemukiman harus lebih dari 1 Km dengan mempertimbangkan pencemaran lingkungan, kebauan, penyebaran faktor penyakit dan aspek sosial, paparnya.

Dia juga mempertanyakan pihak Pemkab Deliserdang yang berani melanggar aturan ataupun putusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No: 03 tahun 2013. “Jika Bupati Deli Serdang membuat kebijakan di luar aturan yang ada, sebaiknya di robah dulu Permennya dan di sahkan,” sindirnya.

Baca juga : Asal Jadi, Proyek TPA Muara Fajar II Ancam Keselamatan Warga

Kami memang tinggal di kampung tapi kami tidak kampungan kali. yang disambut tepuk tangan warga seraya berteriak, “kami bukan kaleng-kaleng, tolong janganlah kami masyarakat kecil ini ditipu dan dibodohi”, teriak warga.

Ditegaskan Hawari, bahwa surat keberatan masyarakat Dusun V Kecamatan STM Hilir, sudah disampaikan kepada Bupati, DPRD Kabupaten Deliserdang. Nanti masyarakat juga akan mengirim surat keberatan ini ke DPRD Propinsi Sumut dan DPR RI bahkan ke Menteri, yang dilanjutkan dengan menyerahkan secara simbolis surat keberatan kepada Rudi siregar selaku Kabid Perkim Kabupaten Deli Serdang.

Usai penyerahan surat keberatan dan penolakan Pembamgunan TPA, warga langsung meninggalkan lokasi kegiatan sosialisasi.

Mernariknya, setelah masyarakat meninggalkan acara sosialisasi sebelum selesai, tampak Kepala Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Kabupaten Deli Serdang, Ir. Artini Siantaria Marpaung memarahi Kepala Desa (Kades) Tadukan Raga yang dinilai mengabaikan aspirasi warga yang menolak.

Ditegaskannya, Pemkab siap memfasilitasi masyarakat yang menolak pembangunan TPA ini dan bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran pembangunan. “Kami kecewa, percuma diskusi karena masyarakat yang menolak sudah membubarkan diri”, cetusnya.**(Roni Roy)

Tinggalkan Balasan