PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Walikota Pekanbaru Firsaus,ST MT didampingi Kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru Abdul Jamal, M Pd, meninjau hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat kebeberapa sekolah di kota Pekanbaru, Senin (4/4).
Usai melakukan peninjauan, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT menyebutkan, berdasarkan hasil tinjauan dibeberapa sekolah, dapat disimpulkan, bahwa pelaksanaan ujian dengan sistem UBK lebih mudah dari pada ujian dengan sistem manual.
“Namun yang selalu di khawatirkan adalah jika listrik padam dan gangguan jaringan. Akan tetapi dihari pertama ini. Alhamdulillah apa yang kita khawatirkan itu tidak terjadi,” terang wako.
Dia berharap kepada seluruh siswa agar tetap tenang dan untuk percaya kepada diri sendiri dalam menjawab soal demi soal ujian. “Begitu juga kepada panitia dan pengawas hendaknya memberikan rasa nyaman,” tetangnya.
Menurut Wako, ujian tahun sebelumnya, berbesa dengan sekarang. Jika tahun lalu seluruh keputusan lulus tidak lulus tergantung pada UN, tapi sekarang ini, hasil UN hanya sebagai pemetaan kualitas siswa saja dan salah satu syarat untuk masuk perguruan tinggi. Sementata yang menwntukan kelulusan adalah hasil dari Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang telah dilaksanakan sebelumnya, terang Walikota Pekanbaru.
Ismed salah seorang peserta UN siswa SMAN 1 Pekanbaru, mengaku bahwa ujian dengan sistem UBK lebih mudah dan hemat waktu. “Kalau kita sudah yakin jawaban soal, cukup dengan sekali klik saja sudah selesai. Sementara, sistim manual, memakan waktu lama untuk melingkar-lingkar jawabannya,” akunya.
“Hanya saja yang kami khawatirkan adalah, selain gangguan jaringan, jika tiba-tiba listrik PLN padam, jika itu terjadi tentu akan membuyarkan konsentrasi ujian,” paparnya.**(jsn)





















































