VTS Distrik Navigasi Dumai Segera Beroperasi

0
978

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Indonesia merupakan Negara Maritim terbesar di dunia dengan luas wilayah laut sekitar 5,9 juta Km. Kondisi itu membutuhkan penataan alur perlintasan pelayaran, baik antar pulau maupun internasional.

Untuk memenuhi fasilitas keselamatan pelayaran dibidang kenavigasian dalam menghadapi iklim tehnologi dan era informasi komunikasi kenavigasian pelayaran internasional, pemerintah terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan memenuhi standar IMO.

Indonesia adalah salah satu anggota Internasional Maritime Organization (IMO), harus menerapkan aturan tentang kemaritiman nusantara, agar tercipta kondisi pelayaran yang selamat, aman dan berwawasan lingkungan.

Untuk memenuhi kapasitas dan kemampuan standar IMO dibidang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) maupun sarana bantu telekomunikasi, pemerintah terus menunjang kesediaan sarana tehnologi kenavigasian.

Distrik Navigasi Kelas I Dumai, adalah salah satu perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan untuk mengelola kenavigasian pelayaran di wilayah kerjanya, Pulau Jemur hingga Hiu Kecil. Karena itu, di wilayah kerja Disnav Dumai, telah dibangun fasilitas VTS.

Kepala Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Dumai, DR. Ir Johny Malisan. Dess, membenarkan fasilitas VTS dengan perangkat tehnologi canggih, telah di bangun di wilayah kerjanya, Disnav kelas I Dumai.

Ditemui suarapersada.com diruang kerjanya siang tadi, Jumat (19/2), Johny Malisan menjelaskan, bahwa pelaksana teknis untuk mengelola dan pengoperasian VTS, telah diberikan Kementerian Perhubungan RI kepada Disnav Dumai.

Penggunaan VTS yang dibangun di wilayah kerja Disnav Dumai, menurut Johny sistemnya adalah secara internasional. Hal tersebut kata Kadisnav itu, diatur berdasarkan rekomendasi SOLAS Chapter V Reg. 12 dan IMO Resolution A.857 (20), tentang VTS yang diadopsi pada tahun 1997.

Perangkat VTS yang dibangun di wilayah kerja Disnav Dumai, ungkap Johny, berada di tempat 6 (enam) lokasi, yakni, Tanjung Medang, Tanjung sair, Selinsing, Simpang Ayam dan Tanjung parit. Sarana VTS yang dibangun, kata Johny, kondisinya masih tahap finalisasi.

Menurut Johny, enam titik alat monitoring VTS yang dibangun di wilayah kerja Disnav Dumai, pengoperasiannya diperkirakan sekitar bulan Juni 2016 mendatang, jelasnya. **(Tambunan)

Tinggalkan Balasan