DUMAI, SUARAPERSADA.com – Sempat Viral di sejumlah media online di Kota Dumai, crude palm oil (cpo) kelapa sawit mentah milik PT Kharisma Penasaran Bersama Nusantara (KPBN) Dumai tumpah di aliran drainase.
Dikutip sejumlah media online, pihak PT KPBN Dumai dulu PT Sawitindo Agro Nusantara (SAN), Nanang, membenarkan namun diklaimnya tumpahan CPO perusahaan BUMN tersebut tidak mencemari lingkungan karena hanya kebocoran pada saluran pipa saja.
“Kebocoran pada pipa minyak Pelindo dan tumpahan juga tidak sampai ke laut, karena langsung ditangani,” kata Nanang saat dihubungi wartawan, seperti dilansir Riauterkini, Rabu (15/1/25).
Kepada media diakui Nanang, terjadi tumpahan minyak tersebut ketika proses transfer CPO dari tangki perusahaan ke PT Kreasi Jaya menggunakan jaringan pipa Pelindo Dumai.
Terjadi tumpahan diketahui setelah beberapa saat dimulai proses transfer CPO akibat kebocoran atau rembesan dari jaringan pipa Pelindo.
Saat ditanya tidak melaporkan tumpahan minyak ke DLH Dumai, Nanang hanya menjawab tumpahannya cuma 50 kg dan tidak ada dampak apapun.
“Semua barang bukti yang tumpah bisa kami ambil lagi. Barang bukti pun masih ada,” kilahnya
Di tempat terpisah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai segera menyurati PT Sarana Agro Nusantara (SAN) yang beroperasi di Komplek Pelindo Dumai, karena tidak melaporkan kejadian tumpahan minyak di area pabrik pada pekan lalu.
Kepala DLH Dumai Agus Gunawan mengatakan bahwa terhadap kejadian tumpahan minyak ini DLH sudah menurunkan petugas ke lapangan.
“Staf LH sudah turun ke lapangan namun sampai saat ini pihak perusahaan belum ada menyampaikan laporan kejadian serta penanganan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Kita akan menyurati mereka untuk buat laporan,” tegas Kadis.**
Editor : Tambunan





















































