DURI, SUARAPERSADA com – Utusan Kementrian tenaga kerja dan transmigrasi turun ke Duri dalam rangka menyelesaikan permasalahan tuntutan buruh, Kamis (09/06).
Menurut informasi, utusan tersebut berjumlah 3 orang, diperkirakan sekitar pukul 10.00 Wib, mereka menghadiri pertemuan di Hotel Surya Duri.
Setelah dikonfirmasi kepada salah seorang utusan dari Serikat Buruh Riau Independen (SBRI) Beni Sekewael di Sekretariat Jl.Karang Anyer – Duri, Senin (13/06) mengatakan memang benar adanya pertemuan itu, dan mengaku sebagai utusan dari SBRI di pertemuan itu serta sebagai Sekretaris Jenderal DPP SBRI.
“Pertemuan itu dihadiri oleh 3 orang dari Kementerian tenagakerja dan transmigrasi, 2 orang dari Disnakertrans Propinsi Riau yaitu, Isnayanel, SE dan Musnimar, S.Kom, 2 orang dari Disnakertrans Kabupaten Bengkalis yaitu: Rohana Hutauruk, SH dan Nurzaman, SH , 4 orang dari buruh yang menuntut keadilan hukum yaitu Hartono Manalu dkk, serta saya mewakili DPP SBRI,” sebut Beni.
Dilanjutkannya lagi, “pertemuan tersebut membahas tentang tuntutan buruh terhadap perusahaan Hotel Surya tempat mereka bekerja, kekurangan upah/gaji perbulannya, dan upah/gaji lembur mereka tidak dibayarkan perusahaan, ada yang 4 tahun, dan ada yang 3 tahun, yang penting berfariasilah,” ujar Beni.
“Tuntutan buruh ini sudah berlangsung sejak tahun 2014, dan sudah menang atas penetapan pegawai pengawas Disnakertrans Kabupaten Bengkalis dan tingkat Propinsi Riau, lalu pihak perusahaan Hotel Surya melakukan banding ke tingkat pusat yaitu Kementrian Tenagakerja dan Transmigrasi, sehingga turunlah mereka 3 orang pegawai pengawas pusat untuk memeriksa pihak perusahaan Hotel Surya dan 4 orang buruh yang menuntut tersebut,” ungkap Bobson Samsir Simbolon yang ikut mendampingi Beni.
“Setelah selesai acara pemeriksaan tersebut, 3 pegawai pengawas Kementerian Tenagakerja dan Transmigrasi, berjanji kepada kami (SBRI) akan membuat penetapan dari Kementerian Tenagakerja dan Transmigrasi secepatnya,” tutup Beni.
Rohana Hutauruk, ketika dikonfirmasi masalah pertemuan tersebut termasuk menanyakan nama 3 orang utusan dari pusat tersebut, melalui SMS ke nomor HPnya pada hari Jumat (10/06) tidak dibalas, dan diulang kembali telepon langsung hari Senin (13/06) tidak mau menjawab, sampai berita ini terbit.**(Julieser)





















































