PADANG LAWAS, SUARAPERSADA.com – Sejumlah puskesmas mengeluhkan adanya pemotongan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mereka terima. Tak tanggung-tanggung, pemotongan yang dilakukan oleh Dinkes Palas mencapai lima belas persen dari keseluruhan dana kapitasi puskesmas.
Salah seorang pegiat Anti Rasuah Palas, Hasnul HD Nasution yang juga ketua Gerakan Masyarakat Peduli Padang Lawas (GMPP) menuturkan, dari hasil investigasi ke beberapa Puskesmas di Palas, telah terjadi pemotongan Dana Kapasitasi BPJS Kesehatan mencapai 25%.
“Masing-masing Kepala Puskesmas membenarkan itu, kita jumpai mereka ke Puskesmas-puskesmas di Palas, semua terjadi di puskesmas,” katanya beberapa waktu lalu.
Hasnul menerangkan, bukan hanya Dana Kapitasi BPJS yang dipotong, dana BOK juga dipotong dengan besaran 2-5% per Puskesmas. Pemotongan tersebut oleh Dinkes Palas dengan modus sebagai biaya Administrasi.
“Penyaluran dana kan ditransfer ke Rekening Puskesmas. Sebelum dicairkan dari rekening puskesmas, ada persyaratan yang menyertakan tanda tangan kadis. Jadi pada saat penandatanganan ini lah Kadis membuat komitmen untum dipotong dananya sebagai administrasi,” ujar Hasnul menirukan perkataan salah seorang Kapus yang berharap namanya disembunyikan.
Akibatnya, lanjut Hasnul, dana kapitasi yang sampai ke puskesmas hanya berkisar 75 persen. Minimnya dana tersebut pun sangat berdampak pada pelayanan yang dilakukan di puskesmas. Seperti, pemberian obat untuk penyakit tertentu yang seharusnya diberikan 30 hari hanya diberikan untuk sepuluh hari.
Sayangnya, hingga berita diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Padang Lawas (Kadinkes Palas) Leli Ramayulis, SKM tidak berhasil dikonfirmasi karena tidak berada dikantornya. Saat dihubungi, HP yang bersangkutan juga tidak aktif, juga SMS yang dikirim tidak dibalas.**Ambon




















































