TIM KNKT Adakan Investigasi Mendalam

0
950

MEDAN, SUARAPERSADA.com -Terkait kerusakan mesin hingga meledaknya bagian APU pesawat Lion Air, kini Black Box telah diamankan dan diinvestigasi lebih mendalam oleh pihak KNKT pada bagian Auxialiary Power Unit (APU) pesawat jenis Boing 737 – 900 R tersebut.

“Investigasi masih dilakukan oleh Tim KNKT dengan waktu tidak ditentukan sampai data- data yang diperlukan lengkap guna mengetahui penyebab kerusakan. Selain itu, Black Box pesawat telah diamankan oleh tim ahli dari Direktorat Kelaikan Udara Dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementrian Perhubungan RI, serta tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasinya,” kata Kepala OtoritasWilayah II Medan Muhamas Nasir Usman saat dikonfirmasi suarapersada.com, Selasa (28/04).

Invetigasi tim KNKT dilakukan oleh 2 petugas, Nasir menegaskan kalau pesawat yang meletup itu masih laik untuk diterbangkan. Kalau pesawat yang sudah dirilis telah dianggap laik terbang dan tidak ada lagi hal-hal yang menghambat pesawat untuk melakukan penerbangan.

Menurutnya, seluruh pesawat selalu dilakukan pemeriksaan setiap mendarat (landing), selain itu juga, dilakukan pemeriksaan pesawat sebelum melakukan penerbangan dan biasanya tiga kali sehari. “Namun untuk pemeriksaan berkala juga dilakukan saat tiba dan akan berangkat,” katanya.

Terkait letupan APU pada Lion Air, dirinya menjelaskan bahwa pesawat itu merupakan suatu  benda bergerak yang ada komponen-komponen mesin yang perlu dihidupkan. Dimana untuk menghidupkan mesin pesawat ada 3 reaksi yaitu, Reaksi minyak, Pengapian dan Reaksi udara (Oksigen).

“Kemungkinan diantara 3 reaksi itu ada yang tidak normal sehingga terjadi letupan misalnya, minyak yang berlebihan. Pasti ada asapnya tetapi tidak terbakar, meledak akibat ketidak normalan terhadap pengapian,” jelasnya.

Sementara, petugas Principal Maintenance Inspektorat Dirjen Perhubungan, Fahrur Rozi yang ditemui di landasan terminal kargo tempat pesawat Lion Air yang mengalami kerusakan menjelaskan bahwa, terjadinya pembakaran ada tiga faktor yaitu, Teknision, Fuel (Minyak) dan Udara yang rasionya harus tepat. Jika rasionya tidak tepat akan terjadi letupan.

“Kalau pembakaran masih terjadi di dalam engine, masih normal, kalau kesalahan teknis itu biasa. Tapi, kalau sudah keluar dari APU atau engine maka akan terjadi fire yang sebenarnya,” tegas Fahrur.**Win

Tinggalkan Balasan