Terkait Penagkapan Sindikat Narkoba di Pool Bus Makmur, Ini Kata BNN

0
362

MEDAN, SUARAPERSADA.comEmpat orang sindikat narkoba jaringan internasional diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Minggu (21/02) kemarin sekira pukul 06.15 WIB.

Seorang dari pengedar itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan dan berusaha kabur ketika hendak ditangkap di Pool Bus Makmur Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Brigjen Arman Depari didampingi Brigjen Anjan Pramuka Putra, menyebutkan, sabu yang dibawa pengedar tersebut berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

“Dari Malaysia masuk ke Dumai, Pekanbaru melalui jalur laut,” terang jenderal bintang satu tersebut, kepada wartawan, Senin (22/02) malam.

Dijelaskan, selanjutnya 25 kg sabu yang dikemas dalam karung beras dan dicampur buah duku tersebut dibawa ke Medan melalui jalur darat menggunakan jasa angkutan bus Makmur. Sabu itu dibawa oleh tiga orang tersangka.

Begitu sampai di Pool Bus Makmur, sabu berikut tiga pembawanya telah dijemput seorang sopir mobil Grand Max hitam BK 1233 JF. Mereka langsung bergegas. Namun tepat di gerbang keluar pool bus, mobil tersebut dihadang petugas menaiki mobil.

Keempatnya langsung diamankan, namun seorang tersangka melawan dan berusaha melarikan diri hingga terpaksa ditembak. Selanjutnya, keempat tersangka diamankan berikut barang bukti 25 kg sabu dan mobil Grand Max.

Brigjen Anjan Pramuka Putra mengatakan, rencananya sabu tersebut akan dipasarkan ke Jakarta. Kota Medan hanya digunakan untuk transit.

Disinggung soal indikasi keterlibatan sindikat narkoba Medan dengan jaringan internasional, Anjan menduga sangat besar kemungkinan. Itu dibuktikan dengan tempat transit di Medan, sebelum dipasarkan ke Jakarta.

Kata Anjan, untuk mengungkap paredaran 25 kg sabu jaringan internasional tersebut, BNN hanya membutuhkan waktu penyelidikan selama sekira 7 hari.

Informasi diperoleh menyebutkan, adapun keempat tersangka masing-masing Roy (ditembak), warga Kisaran Kabupaten Asahan, Buyung warga Pancurbatu, Irol Harahap warga Dumai dan Barus warga Berastagi, Tanah Karo.

“Tersangka yang ditembak merupakan pengendali sabu di Sumatera Utara. Dia terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan. Dia ditembak di bagian perut,” Arman Depari menambahkan.

Selanjutnya, keempat tersangka berikut barang bukti sabu akan diboyong ke BNN Pusat di Jakarta guna proses pengembangan dan penyidikan.**Win

Tinggalkan Balasan