Tarif Pemasangan Oil Boom Pelindo I Dinilai Tinggi, Perusahaan CPO “Resah”

0
3991

DUMAI, SUARAPERSADA.com – PT Pelabuhan Indonesia I (Pindo) Cabang Dumai, baru-baru ini telah memasang alat Oil Boom saat kapal melakukan kegiatan bongkar muat CPO.

Pemasangan Oil Boom dilakukan pihak PT Pelindo I Cabang Dumai, dikabarkan buntut kejadian tumpahan CPO milik PT Nagamasa Palmoil Lestari (NPO) Dumai baru-baru ini mencemari perairan laut Dumai.

Akibat dari kejadian pencemaran itu, Kementerian lingkungan hidup pun katanya menegur instansi terkait setelah mendapat laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Dumai.

Maka,setelah mendapat teguran dari kementerian lingkungan hidup, PT Pelindo I Cabang Dumai pun telah memasang sarana Oil Boom disekitar kapal mengantisipasi meluasnya pencemaran di laut bila ada tumpahan minyak dari proses bongkar muat cpo, yang seyogianya sejak dulu dilakukan Pelindo.

Hanya saja, pemasangan Oil Boom oleh pihak Pelindo Dumai, setidaknya dinilai ujung-ujungnya membebani dan meresahkan sejumlah perusahaan CPO.

Dikabarkan belum ada penjelasan yang singkron antara pihak Pelindo dengan perusahaan cpo yang berada di wilayah Pelindo Dumai, ujuk-ujuk pihak Pelindo Dumai langsung membuat surat edaran soal pemasangan oil boom dengan membuat harga dibebankan kepada setiap pihak perusahaan yang melakukan pengapalan cpo.

“Harga pemasangan oil boom yang tarifnya ditentukan Pelindo sangat memberatkan perusahaan karena tarifnya cukup tinggi”, ujar sumber media ini yang enggan namanya di ekspos.

Menurut sumber itu, harga tarif yang ditentukan pelindo setiap kapal melakukan bongkar muat cpo atau barang curah cair adalah Rp 4000 per ton.

Menanggapi keresahan pihak perusahaaan cpo soal tarif pemasangan oil boom tersebut, awak media ini mencoba konfirmasi menejer umum Pelindo I cabang Dumai, namun tidak berhasil.

General Manager (GM) Pelindo I Cabang Dumai, Djuhaery, saat dihubungi crew media ini ditanya soal tarif oil boom tersebut, Djuhaery justru balik bertanya.

“Oh ya om, apa tanggapan om”, ujar GM Pelindo Dumai ini kembali bertanya saat suarapersada.com mencoba konfirmasi.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan