Beranda Breaking News Tanpa Bukti Kepemilikan, Antorio Diduga Coba Serobot Tanah Milik Hotben Tua Panjaitan

Tanpa Bukti Kepemilikan, Antorio Diduga Coba Serobot Tanah Milik Hotben Tua Panjaitan

191
6
Hotben Tua Panjaitan Mengabadikan Bukti Kepemilikan Lahan

PANGKALANKERINCI, SUARAPERSADA.com- Hotben Tua Panjaitan (46) pemilik lahan seluas 480 M2 diatas lahan yang berukuran 20 x 80 meter yang berlokasi di jalan arbes ujung Pelalawan dengan bukti kepemikan yang sah secara hukum. Namun ada saja tingkah oknum bernama Antorio yang mengaku-ngaku atau mengklaim bahwa tanah sebut miliknya. Hal tersebut disampaikan Hotben Tua Panjaitan kepada media ini dilokasi tanah miliknya, Kamis (28/5).

Hotben menuturkan, tanah tersebut dibelinya dari Ruslan Purba dan sudah lengkap bersertifikat bahkan sudah saya notariskan. Begitu juga dengan pajak selalu kita bayar kepada pemerintah. Tetapi Antorio masih berani mengklem bahkan ingin menyerobot tanah saya ini. Bahkan Antorio mematok dan memagar pakai pagar kawat duri, tanpa basa-basi. “Jangan semena-mena dan sesuka hati  mengklem yang bukan miliknya,” ungkap hotben geram.

Dipaparkan Hotben, dia sudah pernah minta kepada Antorio untuk menghadirkan pihak BPN Pelalawan untuk survey, tetapi Antorio tak mau, terang Rotben seraya menunjukkan Sertifikat tanahnya yang sudah dinatoriskan tersebut.

Lagi kata Hotben, saya pernah mengajak Antorio berjumpa untuk membahas legalitas tanah tersebut. Malah dia mengatakan “Ayo kita kumpul agar kita bagi empat aja tanah ini”. Apa dasar dia untuk membagi tanah ini, karena cukup jelas bukti surat kepemilikan tanah adalah milik saya. Emangnya saya orang bodoh, ujarnya.

Kisah Hotben lagi, dia pernah menunjukkan surat tanah, tetapi hanya ditunjuk-tunjukkan saja. Dia tidak mau memberi untuk saya baca. Kalau dia mengaku sebagai pemilik, coba buktikan bukti. Termasuk kewajiban untuk membayar pajak. “Saya selalu membayarkan dengan bukti pembayaran pajak, kalau memang ini tanah dia (Antorio-red) coba ditunjukkan suratnya sama saya. Demi keadilan, kejalur manapun saya dihadapkan siap dan  bertanggung jawab bahwa ini tanah saya, tegas Hotben.

Dalam kesempatan tersebut, melalui pesawat silulernya, suarapersada.com mencoba mengkonfirmasi dan klarifikasi Antorio atas tindakan klem atau penyerobotan tanah dimaksud sebagaimana disebutkan Hotben. Antorio mengaku bahwa lahan tersebut adalah miliknya. “Ya, kebetulan itu tanah kita bang, tuh sertifikat kita punya hak milik, udah lama surat saya tahun 2005 sertifikatnya”.

Ketika ditanya sertifikat boleh kah diperlihatkan. Dia berdalih menjawab, aaa kan uda apa semua bang surat saya sudah ada di BPN, aaa ini yang mengadu siapa ini? siapa hotman ya?? dia balik bertanya.

Lanjut Antorio, ya saya sebenarnya tidak bersengketa awalnya dengan pak Hotben ini. Saya dengan pak Ruslan Purba. Cuman Ruslan purba dijualnya lagi tanah tersebut kepada Hotben, gitu. Sebelumnya, pertama Purba menjual sama orang lain ya kan? Orang lain itu menjual kepada orang lain lagi, jadi pak Hotben ini orang yang kedua dari si purba itu, akunya.

Saat disinggung, terkait adanya pemasangan kawat berduri sebagai patok dilahan si Hotben Tua Panjaitan. Menurutnya, yang didepan tanah saya 80 meter kemudian yang dibelakangnya 25 karena dari dulu sudah saya pagar dari orang, namun dibongkar oleh Ruslan Purba.Ya jadi Ruslan Purba sudah saya laporkan ke Polres tapi belum  diproses. Jadi berkas saya sudah ada dipolres di BPN sudah ada. Bahkan pak Hotben ini yang melaporkan data-data untuk pemecahan, ujarnya.

Saat dijelaskan bahwa media ini sudah melakukan investigasi kelokasi tanah atas nama Hotben Tua panjaitan. Dengan nada sedikit memelas, Antorio berujar, ya bapak, saya mohon bapak sebagai media jangan berpihak sebelah lah saya besok melapor kepolres bang, ujarnya.

Media ini kembali menanyakan terkait apakah tanah atas nama Hotben Tua Panjaitan itu milik Antorio atau tidak?, dia mengatakan “Oh itu betul punya saya, jauh sebelum pak Hotben membeli kepada orang itu.
Sudah punya saya gitu, bukti saya sertifikat hak milik nomor kosong empat dua satu tahun dua ribu lima dan bisa kita tengok nanti. Jadi kabarnya tanah itu kan masih sengketa kan, istilahnya belum jelas hak kepemilikan pak Hotben ini tak mau membangun dia, kan gak benar dia itu mau membangun disitu tanah belum selesai gitu.

Diitanya terkait surat kepemilikan yang diklaim tanah atas nama Hotben Tua Panjaitan. Antorio mengatakan uda berkali-kali saya tengokkan surat saya tapi sama bapak mungkin  belum, bahkan sama pak Hotben juga sudah berkali-kali kami  ke Polres ke BPN. Cuman dia aja itu selalu bawa media-media.

Lagi kata Antorio, jadi saya tak mungkin bang mengklaim-klaim tanah orang kalau tak ada dasar saya gitu loh, saya pribumi  diarbes saya itu tahun dua ribu tiga..Ya itu tanah saya tapi tidak semua itu harus dipahami, sebutnya.

“Tanah saya berukuran 25 meter kebelakang, ada tanda-tanda kayu, pokoknya dari jalan itu 25 meter cuman. Saya pagar dibelakang tapi dibongkar oleh si Hotben tu, dulu sudah saya pagar tapi dibongkarnya namun tetap saya lanjutkan memagar. Tapi saat memagar orang-orang itu datang ramai-ramai dengan beberapa mobil, jadi saya merasa tidak aman, akunya lagi.

Jadi kalau bisa, ya gak apa-apa bang dimediakan bila perlu masuk TV, saya siap itu mana yang benar. Bila perlu dipanggil dulu si Ruslan Purba itu sebagai pihak pertamanya.

Dengan dialeg khasnya, Antorio berujar, itulah yang bisa, macem manalah ya kan, sertifikat saya tahun 2005 sementara Hotben itu tahun 2018. Tahun 2019 kemarin baru sekitar delapan bulan belum satu tahun, saya tahun 2005 kok bisa timbul sertifikat. Jadi kalau masih berlanjut mohon media ikutlah ditunjukkan bersama-sama, mana titik koordinat tanah dia.

Diuraikannya, tahun 2018 kalau gak salah, tanah itu didoser-doser oleh Ruslan Purba. Jadi saya tak tahu menahulah mengenai si Hotben itu, karena dia belum setahun saya kenal. Jadi habislah patok-patok BPN saya, kemudian saya buat surat ke BPN  agar minta pengembalian tapal batas, terus diukur ulang oleh pihak BPN dikembalikan tapal batas surat saya dengan dasar surat tahun 2005, jadi saya sering jumpa dilokasi dengan Hotben dan di BPN.

Hanya saja, kalau bisa jangan terlalu buru-burulah dimediakan, nanti jadi simpang siur, atau oke kita mediakan sekaligus tapi jangan mojok-mojokan gitu. Dia balik bertanya, ini apa sudah dimediakan ya? sebut Antorio dengan nada terkesan ketakutan.**(DIR)

6 KOMENTAR

  1. Woah! I’m really digging the template/theme of this
    site. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s challenging to get that
    “perfect balance” between superb usability
    and appearance. I must say you’ve done a very
    good job with this. Also, the blog loads super
    quick for me on Chrome. Exceptional Blog!

Tinggalkan Balasan