Tak Bayar Uang Iuran, Supir Angkot KPUM 64 Bersimbah Darah

0
425

MEDAN, SUARAPERSADA.com-Hanya karena tak bayar uang iuran, Monang Sihotang (30), supir angkutan kota (angkot) KPUM 64 trayek terminal Amplas-Pinang Baris bersimbah darah setelah “digimbal” mandornya di seputaran Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, kemarin sore (06/06).

Informasi dihimpun, peristiwa itu bermula saat korban hendak berangkat menuju terminal Amplas dengan mengemudi angkot miliknya. Akan tetapi, dia langsung dihentikan oleh pelaku.

“Mana uang iuranmu,” tagih sang mandor seperti ditirukan korban.

“Sudah ku bayar tadi,” jawabnya kepada pelaku.

“Iya. Tapi kemarilah dulu. Kau udah berani melawan ya,” tambah pelaku lagi kepada korban.

Korban waktu itu tak menggubris peringatan mandornya itu. Karena memang, waktu itu, dia buru-buru lantaran bersaing dengan supir yang lain untuk mencari penumpang. Karena tingkah itu, pelaku pun langsung menghantam bagian wajah korban dengan kepalanya hingga mengeluarkan darah.

“Memang buru-buru tadi aku, dan sebenarnya udah kubayar ya, tapi dia (pelaku..red) selaku pengayom kami, masa langsung menanduk aku,” ujar korban kepada suarapersada.com dengan bagian wajah masih bersimbah darah.

Mengetahui kejadian tersebut, bagian operasional KPUM, Fredi Situmeang langsung turun ke lokasi dan segera mengenengahi kejadian tersebut.

Dan setelah dibicarakan dengan kekeluargaan, kejadian tersebut pun tidak sampai kepada pihak kepolisian sehingga keduanya memilih berdamai.***(Win)

Tinggalkan Balasan