Soal Penutupan Pujasera Bupati dan Kapolsek Enggan Berkomentar

0
374

DURI, SUARAPERSADA.com – Usai acara silaturahmi antara masyarakat Desa Petani dan Buluh Manis dengan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, SE MM, yang juga dihadiri unsur pimpinan Kecamatan (upika) Mandau, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh adat serta pemuka agama, berkesempatan berfoto bersama Bupati.

Selanjutnya Bupati mau meninggalkan lapangan sepakbola Desa Petani tempat diadakannya acara tersebut dan mau masuk ke mobil dinasnya merek Nisan Terano, langsung crew suarapersada.com meminta waktu sebentar guna mempertanyakan tanggapan ataupun komentar dari sang Bupati tentang adanya upaya gugatan secara perdata yang dilakukan oleh pihak kuasa hukum Hery Syaputra yaitu, Von Zepplin Simbolon, SH, Bobson Samsir Simbolon, SH dan Roberto Duran Simbolon, SH melalui Pengadilan Negeri Bengkalis terkait kasus penutupan dan pemasangan Police Line di Pujasera.

Namun Bupati Amril tidak mau berkomentar dan menyarankan kepada crew media ini agar menanyakan langsung ke Kadis Pasar dan Kebersihan Kabupaten Benglalis.

“Untuk masalah itu saya no coment ya..tanyakan saja pada Kadis Pasar dan Kebersihan ya..,” ujar Amril sambil memasuki mobilnya menuju rumah makan di simpang km 10 bersama rombongan dan Upika Mandau, PT.CPI, tokoh masyarakat dll.

Demikian juga dengan Kapolsek Mandau, Kompol Taufiq Hidayat, setelah selesai makan, ketika sedang berdiri berbincang dengan anggotanya, wartawan dan Danramil, mengatakan kepada crew media ini  dengan alasan baru siap makan, “Danramil pun ikut digugat, nanti sajalah baru siap makan,” kata Kapolsek.

Namun anggotanya dari unit lantas bernama Brigadir Bony memanggil crew media ini dan mengatakan kalau Kapolsek tidak boleh diganggu karena sedang berbicara dengan kawannya.

“Kalau ada seseuatu, datang saja ke polsek atau nomor handphone saya minta,” ujarnya dengan nada tegas.**(Julieser)

Tinggalkan Balasan