
SIAK, SUARAPERSADA.com – Perseteruan antara karyawan dan pihak PT. Meridan Sejati Surya Plantation (PT. MSSP) sepertinya tidak kunjung usai. Tuntutan karyawan yang tidak dipenuhi oleh PT MSSP berakhir dengan aksi mogok kerja yang sudah memakan waktu hingga berbulan-bulan.
Padahal segala upaya mediasi sudah dilakukan antara karyawan dan pihak PT MSSP yang difasilitasi oleh pihak pemerintah kabupaten Siak maupun dari aparat kepolisian.
Kondisi Puluhan karyawan beserta istri dan anak-anaknya saat ini terpantau terpaksa harus tidur di depan pabrik dengan beralaskan tikar dan beratapkan tenda seadanya untuk mempertahankan haknya.
Namun persoalan ini sepertinya bukan saja tentang tuntutan hak lagi, tapi sudah memasuki masalah baru karena adanya dugaan penganiayaan terhadap para istri karyawan oleh pihak security perusahaan PT MSSP pada saat aksi mogok kerja di dalam perkebunan, Senin (29/07/19).
Laporan Yason Giawa Ketua Serikat Pekerja Mitra Berseri Indonesia (SPMBI) yang turut memperjuangkan hak karyawan PT MSSP ini menerangkan kepada suarapersada.com bahwa peristiwa dugaan pemukulan hingga penyiraman oli panas yang diduga dilakukan oleh pihak security perusahaan terjadi saat Para karyawan akan menghadiri pertemuan bersama forkopimda di kantor bupati Siak untuk mediasi.
“Hari Senin tanggal 29 Juli kita mau adakan pertemuan bersama forkopimda (ke kantor bupati Siak). Pada saat perjalanan baru saja sampai di simpang beringin anggota saya menelepon ada terjadi penganiayaan terhadap istri karyawan,” ujarnya kepada media ini dikantornya, Rabu (1/8/2019).
Yason mengatakan peristiwa itu terjadi saat istri para karyawan akan makan siang dan security datang untuk mengusir peserta aksi mogok dari dalam perkebunan.
“Mereka lagi makan siang, datang security mengusir mereka dari lokasi aksi mogok. Mereka di siram oli panas sehingga kaki istri karyawan yang jadi korban ini melepuh. Padahal di lokasi aksi mogok itu ada polisi, namun polisi sepertinya membiarkan perlakuan security itu,” ungkapnya.
Setelah peristiwa itu, Yason menghubungi Kapolres Siak, memprotes mengapa bisa terjadi peristiwa penganiayaan itu dan seolah ada pembiara oleh personil Kepolisian yang ada di lokasi.
“Jadi saya hubungi Kapolres, saya tanya bagaimana ini pak, didalam (lokasi mogok) ada pemukulan oleh security, lalu Kapolres menjawab itu belum tahu kita, belum ada informasi. Kita sudah kerahkan anggota puluhan personel untuk pengamanan (di PT MSSP),” ujarnya meniru perkataannya kepada Kapolres Siak saat komunikasi melalui seluler.
Pada aksi mogok yang sudah satu bulan lebih ini ratusan security PT MSSP rencananya ingin mencoba mengusir para karyawan dari lokasi aksi mogok kerja, namun pengusiran diduga dengan cara kekerasan yaitu dengan cara dipukul dan ditendang bahkan ada yang disiram oli panas hingga kaki korban melepuh.
Hasil rangkuman konfirmasi suarapersada.com sejauh ini setidaknya ada tiga wanita yang diduga menjadi korban penganiayaan yaitu,
Yulia Laia,(35), Serlin Telembanua,(22),Melina Lase,(35) ketiganya adalah istri karyawan. Menurut Yason Korban mengalami luka seperti terkena bakar di bagian kaki akibat siraman oli panas hingga kaki melepuh dan badan bengkak bengkak serta ada yang terkilir akibat terkena pukulan security.
“Kami akan segera membuat laporan langsung ke Polda Riau terkait dugaan penganiayaan ini,” pungkas Yason.
Terkait peristiwa ini, Corporate Communications manager PT MSSP, Indah Permata Soegyarto membantah ada peristiwa penganiayaan di lokasi aksi mogok kerja para karyawan. Kepada media ini ia menyampaikan, bahwa menurutnya apa yang disampaikan pihak karyawan tentang peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan oleh security perusahaan adalah hoax alias tidak benar.
“Itu hoax bang, itu tidak benar. Sekarang begini, berlangsung aksi di perkebunan ya kan, pihak kepolisian juga menjaga (pengamanan aksi mogok kerja di PT MSSP). Ada sekitar enam puluh personel polisi menjaga di lokasi, jadi tidak mungkin ada penganiayaan. Malah mereka (para aksi mogok kerja) yang melempar air cabe dan air kotoran sehingga mengenai polisi yang berjaga,” kata Indah saat dikonfirmasi melalui seluler, Rabu (1/8/2019).
Sementara itu selang beberapa saat crew media ini menanyakan apakah PT. MSSP tergabung dalam RSPO atau ISPO melalui WhatsApp, Indah terkesan enggan merespon.
Disisi lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi Riau, Rasidin Siregar yang coba dikonfirmasi media ini juga tidak merespon. Hingga berita ini dirilis belum ada jawaban dari yang bersangkutan.**(Jack)





















































