PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Pemerintah pusat sudah menunjuk bahwa Riau menjadi salah satu wilayah untuk mengembangkan objek wisata syariah.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, M Yafis upaya itu sepertinya akan sulit terealisasi dalam waktu dekat. Sebab Bappeda Riau hingga saat ini baru akan merencanakan pencanangan wisata syariah itu.
“Ini baru rencana. Wisata syariah ini akan dibahas lagi nanti,” ucapnya, Sabtu (18/4).
Ditambahkan Yafis, rencana pembangunan sektor wisata syariah memang belum dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Riau tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan UKM Riau, Said Syafruddin mengaku bahwa pihaknya sudah mendapatkan intruksi dari Kementerian Pariwisata, agar Riau segera menciptakan objek wisata syariah.
“Kami sudah dapat instruksinya, jadi saat ini tinggal melaksanakan saja di lapangan. Namun masih banyak kendala yang belum siap. Khususnya infrasturktur yang masih kurang jika dijadikan sebagai objek wisata syariah,” ungkapnya.
Terlepas soal itu, selain Riau, 8 provinsi lain yang diminta mengembangkan objek wisata syariah, yakni Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok.***





















































