Resahkan Warga, BKSDA Riau Tangkap Harimau Sumatera Di Desa Pulau Muda Pelalawan

0
93

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Menindak lanjuti laporan masyarakat Desa Pulau Muda yang diterima Balai Besar KSDA Riau adanya satwa Harimau Sumatera {HS} memasuki pemukiman warga hingga mengakibatkan adanya korban beberapa ekor ternak milik warga.

Dalam pres release yang diterima media ini, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan melalui melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar mengatakan, penangkapan Harimau sumatera ini merupakan respon positip dari BKSDA atas permintaan warga agar
Harimau yang berkeliaran di Pemukiman warga ditangkap dan
semak belukar serta akasia liar yang diduga tempat bersembunyinya HS disekitaran pemukiman warga Desa Pulau Muda dibersihkan, terang Harsen Siregar.

Diuraikannya, BKSDA Riau bersama para pihak terkait di Desa Pulau Muda diantaranya PT Arara Abadi, kepala desa, tokoh masyarakat, TNI/ polri memasang Box Trap dan camera trap pada di belakang rumah warga Tanjung Pulai, Desa Pulau Muda.

Alhasil Tim WRU mendapat laporan warga bahwa Harimau telah masuk perangkap. Hari itu juga Tim WRU turun ke lokasi Boxtrap dengan membawa peralatan, seperti plastik terpal untuk membalut boxtrap agar HS tenang dan tidak stres serta peralatan medis.

Setibanya di lokasi tim WRU BBKSDA Riau dan dokter hewan Dhanang (PEH BBKSDA Riau) melakukan pemeriksaan sebelum di evakuasi.

Adapun hasil pemeriksaan bahwa
Harimau Sumatera tersebut berjenis kelamin betina dan diprediksi masih berusia anak anak menginjak remaja. Sehingga sangat potensial untuk segera dilepasliarkan kembali (recapture) ke habitat alaminya.

Selanjutnya pada, Senin 7 November 2022 pukul 23.43 WIB dini hari, tim WRU Balai Besar KSDA didukung oleh PT. ARARA ABADI mengevakuasi individu HS tersebut ke salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau yang merupakan habitat HS untuk dilakukan pelepasliaran kembali (recapture).

Namun sebelum dilepasliarkan, HS lebih dahulu diberikan makan dengan potongan daging kambing. Tepat pukul 10.16 WIB, tanggal 8 November 2022, HS tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya dengan harapan kelak akan menjadi individu betina dewasa yang mampu melahirkan banyak anak, sebut Kepala BKSDA Wilayah I Riau ini.

Ia menambahkan pemasangan perangkap berlangsung selama enam hari, akhirnya jebakan itu membuahkan hasil dan hewan yang mengaung tertangkap, pungkasnya.(jsR).

Tinggalkan Balasan