PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Sejumlah ruas jalan kota di Pekanbaru masih dalam kondisi rusak. Banyaknya ruas jalan rusak sangat membahayakan masyarakat pengguna jalan.
Terpantau seperti jalan Dahlia, Jalan Melur bawah dan jalan Ahmad Dahlan. Ruas jalan tetsebut tampak berlubang dan saat hujan turun terjadi genangan air, sehingga sangat beresiko bagi pengendara, khusunya sepeda motor.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, ruas jalan yang rusak di kota ini mencapai 25 persen
Dari 1.946 ruas jalan di kota Pekanbaru, sekitar 486 ruas jalan mengalami kerusakan.
Menyikapi kondisi tetsebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) kota Pekambaru, Indta Pomi Nasution mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan perbaikan semitar 70 persen ruas jalan rusak parah atau sekitar 340 ruas jalan.
terang Indra Pomi, Selasa (28/9/2022)
Menurutnya lokasi terparah menjadi prioritas kita lakukan perbaikan lebih dahulu. Kita juga melakukan perbaikan rutin sesuai hasil survei dan laporan masyarakat, paparnya.
Sementara untuk pekerjaan overlay atau pelapisan baru bisa dilakukan pada tahun 2023 mendatang. Hal tersebut dilakukan karena anggaran keterbatasan anggaran,ujarnya.
Indra menuturkan, bahwa

banyak ruas jalan rusak di Kecamatan Sukajadi. Dan ruas jalan itu menjadi lokasi krusial untuk diperbaiki. Sementara perbaikan ruas jalan di Jalan Arifin Achmad dan Jalan HR Soebrantas terus berlanjut,terang nya.
Ia menambahkan, selain perbaikan jalan, pihaknya juga secara rutin malakukan pembersihan dan menguras drainase agar saluran air lancar.ujarnya.
Pantauan media ini, Kamis (29/9/2022) puluhan pasukan kuning dinas PUPR Pekanbaru berjibaku membersihkan drainase di Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Durian yang penuh dengan lumpur (sedimentasi)
Dilokasi kerja, Wan Karim selaku PPTK kegiatan mengatakan untuk pembersihan sedimen Jalan Ahmad Dahlan pihaknya menurunkan 130 orang OP atau pasukan kuning dan sudah berlangsung empat hari. Alhamdulillah saat hujan kemarin tidak terjadi lagi genangan air seperti sebelumnya, terang Wan Karim (jsR).






















































