Puluhan Petani Sawit Desa Dayun, Koto Gasip Dan Sengkemang Demo Di Depan  Kantor Gubri

0
288

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Puluhan warga Desa Dayun, Koto Gasip, Sengkemang Kabupaten Siak Riau pemilik lahan kebun sawit yang mengaku memiliki legalitas surat-surat sah seperti SKT, SKGR, SHM yang bersengketa melawan PT Duta Swakarya Indah (PT DSI) menggelar aksi demo di gerbang pintu Utara Kantor Gubernur Riau di Jalan Cuk Nyak Dien Pekanbaru, Senin (5/6/2023).

Dalam orasinya, Ketua Umum DPP LSM Perisai, Sunardi SH yang diberi kuasa oleh para petani sawit memaparkan legalitas surat kepemilikan lahan para petani yang lebih duluan menggarap lahan perkebunan dibanding PT DSI yang hadir belakangan

Ini silakan lihat kami bawa dokumen legalitas surat-surat kepemilikan lahan kebun sawit warga. Ada SKT, SKGR, bahkan SHM Program Prona Presiden Jokowi. Ini juga ada surat SKT yang ditandatangani Pak Syamsuar semasa menjabat sebagai Camat Siak dulu. “Kalau SKT yang diteken Pak Syamsuar tak berlaku, maka periksa terlebih dulu Pak Syamsuar,” teriak Sunardi SH.

Sunardi SH meminta Gubernur Riau Syamsuar menerbitkan rekomendasi kepada Bupati Siak, Drs Alfedri agarmencabut Izin Lokasi dan Izin Usaha Perkebunan PT DSI, ini yang diminta maayarakat, kata Sunardi.

Menurut nya, karena hasil pendataan Dirjen Perkebunan dulu lahan yang dimohonkan PT DSI sekitar 8.000 ha lebih itu yang dikabulkan hanya sekitar  2.000 ha dan dari 2.000 ha itu ada yang sudah diganti rugi PT DSI.

Masalahnya sekarang PT DSI mengabaikan aturan yang ditetapkan Pemerintah, malah mengambil dengan paksa kebun-kebun sawit petani yang sudah memiliki legalitas sah seperti SKT, SKGR, bahkan sertifikat SHM lambang Burung Garuda.

Kami sebenarnya sudah jenuh berjuang karena sudah pernah hal ini disampaikan ke Gubernur Riau dalam aksi demo beberapa waktu laku. Bahkan di sini sudah ada pendapat ahli DR Robintan Sulaiman SH MH tentang PT DSI ini tapi belum ditindaklanjuti Pemprov Riau dan Pemkab Siak, papar Sunardi.

Arkadius salah seorang  peserta aksi menambahkan, mereka memiliki lahan sawit bukan untuk menjadi kaya. Hanya untuk memenuhi kehidupan keluarga.
Kami tidak akan mundur dan kami tidak takut, matipun kami siap demi mempertahankan lahan kebun sawit kami.

Kami tak takut dengan orang luar yang dibawa PT DSI. Ini tanah Melayu Riau jangan coba-coba dirongrong orang luar akan kami hadapi sampai mati sekalipun kami siap,” kata Panglima Agam Siak itu.

Berselang beberapa waktu aksi demo berlangsung, pihak Pemprov Riau dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Herman Marbun SH mendatangi  pendemo dan berdialog

Herman Marbun SH me menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi dan menjadwalkan pertemuan warga petani dengan Gubernur Syamsuar dan pihak berkepentingan lainnya.

Untuk rencana pertemuan tersebut,  Herman Marbun meminta nomor kontak person perwakilan petani ini untuk dihubungi nantinya.

Usai diterima pihak pemprov Riau, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.***

Tinggalkan Balasan