PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Senin (19/6/2023) Puluhan massa yang mengaku orang tua calon peserta didik di SMA Negeri 8 Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di SMAN 8, Jalan Abdul Muis Pekanbaru. Dalam aksinya mereka protes terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Zonasi di SMAN 8.
Massa menilai PPDB Sistem Zonasi di SMAN 8 Pekanbaru sarat dengan permainan. Mereka tidak terima anaknya tidak diterima sekolah tersebut. Padahal mereka tinggal di sekitar kawasan atau lingkungan sekolah.
Para orang tua calon peserta didik yang didominasi emak-emak ini meluap rasa kekecewaanya, khusus pada PPDB jalur zonasi marena anak mereka tidak diterima.
Salah seorang peserta aksi mengatakan,
masak hanya dengan radius 100 sampai 500 meter dari sekolah bisa lebh 100 anak, emang satu keluarga itu berapa orang yang masuk SMAN 8 ini.
“Kami menduga pihak sekolah kong kali kong dengan orang tua peserta didik lain dengan modus memanipulasi data administrasi kependudukan, seolah-olah mereka tinggal di dekat sekolah tersebut,” ucapnya kesal.
Para orangtaua ini mengungkapkan, dengan adanya aturan Kartu Keluarga (KK) minimal 2 tahun sebagai warga di wilayah dekat sekolah baru bisa digunakan untuk mendaftar di jalur zonasi PPDB. Sehingga para orang tua yang ingin anaknya masuk SMA N 8 dengan cara memindahkan alamat KK- nya ke dekat sekolah.
Padahal kami tinggal di dekat sekolah ini sudah cukup lama, kenapa tidak masuk, sementara ada siswa yang KKnya baru satu tahun diterima. “Banyak permianan PPDB di SMA Negeri 8 ini,” tuding mereka.
Pihak sekolah SMAN 8 yang ingin dikonfirmasi terkait Aksi protes warga tempatan tersebut, namun hingga berita ini dilansir, tidak membuahkan hasil.
Pantauan media ini, dalam aksi para warga tempatan tersebut, mereka membawa spanduk yang bertuliskan protes PPDB Sistem Zonasi di SMAN 8 Pekanbaru.(jsR)

















































