PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Pemerintah kota Pekanbaru melalui OPD Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Pekanbaru pada Tahun Anggaran (TA) 2019 kembali memperoleh kucuran dana APBN melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI untuk program kegiatan Padat Karya infrastruktur dan pelatihan Tenaga Kerja Mandiri. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pekanbaru, melalui Kepala bidang (Kabid) Penempatan Tenaga kerja Disnaker Pekanbaru, Abdul Rahim, diruang kerjanya, Rabu (4/9)
Menurut Abdul Rahim, pembangunan Infrastruktur disinergikan dengan konsep Padat Karya salah satu solusi yang diupayakan Pemko Pekannaru untuk mengurangi angka pengangguran, sekaligus memacu perkembangan kota Pekanbaru secara cepat dan tepat sasaran, sebutnya.
“Untuk tahun 2019, kegiatan padat karya di Pekanbaru mendapat kucuran dana APBN untuk pembangunan Infrastruktur berupa pembangunan jalan baru dan pembentukan badan jalan di lima titik. Yakni, Kecamatan, Marpoyan Damai, Kecamatan Tenayan Raya, Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir,” urai Abdul Rahim.
Lagi kata Abdul Rahim, kegiatan Padat Karya nantinya akan melibatkan masyarakat setempat dalam jumlah besar. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pekerja sudah tentu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, disetiap titik atau lokasi pekerjaan membutuhkan 80 tenaga kerja, 4 orang kepala kelompok dan 2 orang Tukang. Dengan nominal upah, Rp 65.000 per -hari bagi pekerja, Rp 70.000 ketua kelompok dan Rp 75.000 untuk tukang, terangnya.
Ditambahkan Abdul Rahim, selain pembangunan Infrastruktur, pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan pelatihan “Tenaga kerja mandiri” atau pemberdayaan tenaga kerja. Adapun jenis kegiatan dalam pelatihan ini antara lain, cara pembuatan makanan khas melayu, Car wash (cucian mobil) dan aneka kerajinan dari bahan lidi kelapa sawit. “Nantinya bagi setiap peserta pelatihan akan diberikan sarana buka usaha,”. Artinya, setelah selesai pelatihan mereka bisa langsung buka usaha, terang Abdul Rahim.
Dia menambahkan, kita merasa bersyukur, ditengah kondisi keuangan daerah kita menurun, tetapi program pembangunan tetap berjalan dengan kucuran dana APBN, pungkasnya. (jsn)
















































