MEDAN, SUARAPERSADA.com – Sembari menutup wajahnya dengan koran, Nurmawati menuding ada seorang polisi telah menjebak dirinya untuk menjajakan tiga wanita muda.
“Aku dijebak ini sama oknum polisi. Tadi malam ada tiga orang tamu minta dikenali sama gadis-gadis itu. Polisi itu yang mesan mengaku namanya Thomas,” kata Nurmawati kepada wartawan, di Mapolda Sumut, Senin (21/12).
Dia mengaku baru kali ini menjadi agen (Germo-red) yang menawarkan gadis penghibur untuk lelaki hidung belang. Selama ini, Ibu dua anak itu mengaku berjualan di pasar.
Nurmawati ditangkap petugas Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut setelah bertransaksi di Karoke Elegant, Medan. Selain itu polisi juga mengamankan 3 perempuan yang masih mengenakan minidress ketat.
Nurmawati (35) merupakan warga Jalan Selamat Gang Sudi, Medan. Sementara, tiga perempuan lainnya masing-masing berinisial RH (19) warga Jalan Darusalam Medan, Elv (19) warga Jalan Gagak Hitam Medan dan YP, (21) mahasiswi warga Dairi.
RH yang memakai minidress merah marun mengaku mendapat bayaran jutaan rupiah dari polisi yang menyaru sebagai lelaki hidung belang. Hal itu diketahuinya setelah transaksi yang dilakukan Nurmawati selaku mucikari.
“Belum ada aku terima. Katanya Rp 1,2 juta dikasih. Tapi gak ada aku terima berapapun. Polisi yang mesan (tamu) tadi malam, itu orangnya ada di Polda juga,” katanya sambil menutupi wajah.
Dari tempat kejadian perkara (TKP) Karoke Elegant Medan, polisi juga mengamankan barang bukti uang Rp 1,5 juta, handphone lima unit. Saat ini Nurmawati dan ketiga gadis tersebut diamankan di Poldasu guna proses sidik.**Win





















































