Penggunaan APBD 2016 dengan Skala Prioritas

0
649

PASIR PENGARAIAN, SUARAPERSADA.comMusyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau yang mengangkat tema, ” Pemenuhan Infrastruktur dan Pembangunan Ekonomi Yang Kokoh dan Berkelanjutan ”  Kamis (19/3) dibuka Bupati Rohul, Drs H Achmad MSi, di Conention Hall Islamic Centre Pasir Pengaraian. Selain  Bupati, juga hadir para unsur Forkompinda Rohul, Wakil Bupati Ir H Hafith Syukri MM, Sekdakab Ir H Damri Harun MM, Mewakili Kepala Bappeda Provinsi Riau, Rony P Laksono SP MP, para kepala dinas, badan, kantor di lingkungan Pemkab Rohul.

Dalam sambutannya Bupati Achmad memaparkan, untuk  penggunaan APBD 2016, akan dilakukan dengan skala prioritas karena anggaran yang tersedia dari tahun ke tahun grafiknya berupa deret hitung sedangkan kebutuhan untuk biaya pembangunan berupa deret ukur, jadi ada selisih yang cukup signifikan. Infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan, pada 2016 tentu masih menjadi prioritas pembangunan Rohul.

“Untuk bidang pertanian, termasuk program Swasembada Daging dan program Swasembada Beras yang membutuhkan anggaran besar, maka diperlukan suntikan dana melalui APBD provinsi dan APBN,” ungkap Achmad.

Bupati juga menyebutkan, bahwa tahun 2015 ini merupakan yang terakhir pergumulannya dalam mencapai misi-visi, “Rokan Hulu menjadi kabupaten terbaik pada 2016 di provinsi Riau”, dan dirinya optimis hal itu akan terwujud di akhir masa jabatannya pada periode kedua ini. “Beberapa indikator telah menunjukkan, berkurangnya angka penganggguran, kemiskinan, pendapatan ekonomi masyarakat meningkat secara terukur, hal itu sesuai data yang ada pada BPS (Badan Pusat Statistik),” pungkasnya.

Kepala Bidang Penelitian dan Kerja Sama Pembangunan, Bappeda Provinsi Riau, Rony P Laksono SP MP, menyebutkan Pemprov Riau terus mendorong pelaksanaan pembangunan di 12 kabupaten/kota. Perencanaan pembangunan tahun ini telah menggunakan sistem online dan terintegrasi dengan ikon E-Planning.

Prioritas pembangunan pada 2016, perlu dilakukan penguatan infrstruktur, peningkatan sarana dan prasarana, pemantapan aparatur birokrasi pemerintah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada 2015 ini dana yang dialokasikan untuk 12 kabupaten/kota sekira  Rp5,5 triliun. Untuk Kabupaten Rohul, pembangunan infrastruktur Rp324 miliar, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan pedesaan Rp135,47 miliar, Energi dan Sumber Daya Mineral Rp3 miliar, pengembangan sumber daya manusia Rp14,7 miliar dan lainnya Rp489 miliar. Ada peningkatan sekira 1 persen dari tahun lalu.

Wakil Ketua DPRD Rohul, Hardi Chandra memaparkan hasil reses dewan, masyarakat Rohul masih mendengungkan agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap infrastruktrur jalan dan jembatan yang belum sesuai harapan, juga peningkatan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, ungkap Ketua DPC PDIP Rohul ini.

Sedangkan Kepala Bappeda Rohul, Nifzar, mengungkapkan rencana pembangunan 2016 akan diseleksi, perkiraan awal dana pembangunan tahun depan untuk belanja langsung sekitar Rp1,226 triliun. Untuk itu perlu digali sektor-sektor yang berpotensi meningkatan PAD. Sesuai arahan Bupati untuk pelaksanaan pembangunan dengan skala prioritas, tentu akan disesuaikan besaran APBD Rohul, dan mengutamakan kebutuhan, bukan keinginan, tandasnya.  (adv/humas)

Tinggalkan Balasan