Pemerintah Kota Pekanbaru dibawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus ST MT dan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi S Si dalam menjawab minimnya Sumber Daya Alam (SDA) di Kota Pekanbaru adalah dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).
Program Pemerintah Kota Pekanbaru dalam membangun dunia pendidikan merupakan skala prioritas dan berlangsung secara terus-menerus, terencana dan terorganisir. Dengan tujuan untuk membina dan mendidik anak-anak negeri sebagai generasi penerus bangsa, agar menjadi masyarakat yang berpengetahuan, dewasa dan berbudaya.
Karena menurut Walikota Pekanbaru Firdaus, ST MT, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional khususnya untuk membawa Kota Pekanbaru untuk lebih maju. Pendidikan adalah sarana yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesejahteraan masyarakat, dan sarana untuk mengantarkan Indonesia mencapai kemakmuran.
Empat tahun sudah, Dr H Firdaus,ST MT sebagai Wailkota Pekanbaru, perkembangan Kota Pekanbaru terus menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai sektor. Baik pembangunan infrastruktur, kesehatan, peningkatan perekonomian masyarakat dan tidak kalah penting pembangunan bidang pendidikan yang menjadi skala prioritas.
Hingga tahun 2015, pembangunan ratusan gedung sekolah baru untuk tingkat SD, SMP, SMA dan SMK telah direalisasikan. Selain pembangunan gedung sekolah baru, revitalisasi gedung sekolah juga sudah dilakukan. Bahkan pembangunan sarana prasarana gedung sekolah swasta dalam bentuk revitalisasi juga telah dilakukan.
Pemerintah Kota Pekanbaru Bangun SMP Madani dan SMK Teknologi

Pembangunan SDM diharapkan dapat membentuk karakter akhlak bagi anak didik sekolah di Kota Bertuah. Salahsatu untuk mewujudkan keinginan tersebut, dengan melaksanakan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madani. Setara dengan pondok pesantren yang didirikan di Jalan Kasah, Marpoyan Damai, Pembangunan SMP Madani menelan anggaran sebesar Rp 42 miliar. Sementara SMK Teknologi dibangun di Jalan Air Hitam, dengan anggaran Rp 60 miliar lebih.
Sebagaimana dijelaskan Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT saat launching pembangunan SMP Madani, Pembangunan sarana dan prasarana sekolah, bertujuan untuk meningkatkan daya tampung untuk memberi peluang semakin besar bagi anak usia sekolah. “Lebih khusus, sekolah yang berdiri di atas tanah 2 hektar itu, juga untuk para hafiz, agar dapat membangun generasi muda berkhlak baik, mantap iman, baik ibadah, dan cerdas, dalam ilmu pengetahuan, serta teknologi,” urai Wako.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, M Pd memastikan pekerjaan pembangunan SMP Madani dan SMK Teknologi sesuai progres dan target awal. Saat ini progres sudah mencapai 80 persen.
Lagi kata Abdul Jamal, dapat dipastikan dadalam tahun ajaran 2016-2017 kedua sekolah tersebut sudah menerima siswa baru. Dan untuk penerimaan siswa akan dilakukan kuota per Kecamatan dan yang diutamalam adalah siswa berprestasi dan anak kurang mampu.
Menurut Abdul Jamal, terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru membangun SDM bidang pendidikan berbasis masyarakat madani ini, diharapkan menjadi modal untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan berakhlak. sementara bangunan sekolah, salah satu diantaranya SMP Madani.
Kebijakan Pemko Pekanbaru tersebut mendapat apresiasi dari kalangan legislator DPRD Kota Pekanbaru. Salah satunya disampaikan Masni Ernawati. Hanya saja dia berharap agar SMP Madani tidak memilih atau membedakan siswa yang miskin dan menyandang disabilitas agar bisa bersekolah.
“Saat ini cukup banyak anak yang memiliki kemampuan, namun harus putus sekolah karena tidak ada biaya. Demikian pula terhadap anak yang cacat, harus disamakan, jangan dibeda-bedakan,” sebutnya.
Masni juga beharap, agar sekolah itu nantinya memiliki guru yang andal dengan tidak menyampingkan guru yang ada di Kota Pekanbaru. Inti dari sekolah pemerintah itu, bagaimana agar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa bersaing dengan sekolah lain, ujarnya.
Membangunan Akhlak

Selain menyiapkan pembangunan sarana prasarana pendidikan, Pemko Pekanbaru juga tengah berusaha menggiatkan pembangunan akhlak dalam rangka mempersiapkan generasi menuju masyarakat madani yang diimpikan. Pembangunan akhlak itu diwujudkan dalam program berbasis pendidikan agama, seperti program Sekolah Mengaji dan program Magrib Mengaji.
Program Sekolah Mengaji ini diterapkan 15 menit sebelum jam belajar dimulai semua siswa sudah dianjurkan untuk mengaji. Sementara untuk siswa non muslim juga diwajibkan membaca kitabnya dan guru pembimbingnya disesuaikan.
Tidak hanya itu, program berkaitan pembangunan karakter akhlak juga diwujudkan dalam Gerakan Magrib Mengaji yang diperuntukkan bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga harus dilakukan oleh orangtua. Gerakan Magrib Mengaji ini sangat penting dalam upaya menciptakan manusia yang beriman dan berakhlak mulia yang akan menjadi bekal utama nantinya.
Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus ST MT menyebutkan, Pemerintah Kota Pekanbaru akan menjadikan Alquran sebagai pedoman untuk penataan Kota Pekanbaru sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Menurutnya, konsep Pekanbaru Kota Metropolitan Madani itu sudah bagus.
Sebagai bentuk keseriusan Walikota Pekanbaru dalam program ini, dalam setiap kesempat Wako melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang menggelar kegiatan keagamaan dan berinteraksi, berdialog dengan siswa dan menyampaikan beberapa pesan positif, agar siswa selalu menjaga keselamatan dan kesehatan dalam proses belajar.
Sejak Program ini dicetuskan dan diimplemantasikan, sekitar 90 persen sekolah di Pekanbaru, sedah menjadikan kegiatan mengaji sebagai pembukan kegiatan pada pagi hari.**(Advertorial/jsn)






















































