PEKANBARU merupakan Ibu Kota Provinsi Riau dan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, industry, tentunya haruslah dilengkapi dengan sarana rekreasi / tempat – tempat yang indah dan menarik sebagai wadah hiburan untuk dinikmati oleh penduduk Kota Pekanbaru dan juga para pengunjung yang datang ke Kota Pekanbaru.
Dalam rangka menciptakan Pekanbaru sebagai sebuah kota modern yang indah dan nyaman dengan didukung kondisi alam, Pemerintah Kota Pekanbaru dibawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru DR. Firdaus, ST, MT telah menyusun beberapa rancangan pengembangan Kota Pekanbaru di sektor pariwisata dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka peluang investasi.

Saat ini Pemerintah kota Pekanbaru, tengah gencar melaksanakan program pengembangan sektor Pariwisata. Yakni pembangunan wisata alam dan Water front City.
Danau Bandar khayangan atau lebih dikenal dengan Danau Buatan yang terletak di kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pekanbaru yang tidak jauh dari pusat kota Pekanbaru. Di kawasan tersebut Pemerintah kota Pekanbaru telah meningkatkan pembangunan objek wisata. Mulai dari pembangunan inftastruktur jalan, fasilitas wisata Objek wisata ini telah menjadi tempat yang nyaman untuk bercengkrama dan menghabiskan waktu luang bagi masyarakat Pekanbaru dan wisatawan dari Kabupaten/Kota di Riau.
Pemandangan alam sekitar Danau Bandar khayangan ini memiliki panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, bersepeda air dan lain-lain.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Hermanius mengatakan, saat ini Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan promosi untuk pariwisata. Sama halnya yang tengah dilakukan pemko Pekanbaru.
Menurutnya, saat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru melakukan sebuah inovasi untuk meningkatkan sektor pariwisata kota Pekanbaru menarik minat turis baik domestik maupun internasional untuk datang ke kota ini.
“Kita akan melakukan sebuah inovasi untuk meningkatkan pariwisata kita yakni meningkatkan pengembangan pusaka dan sejarah kota sebagai destinasi baru pariwisata perkotaan berbasis komunikasi,” ujar Kepala dinas Pariwisata Kota Selanjutnya kata Hermanius, bantaran Sungai Siak yang dulunya kumuh dan langganan banjir, akan dikemas dan dipoles menjadi kawasan Water Front City.

Keberadaan Sungai Siak di tengah – tengah Kota Pekanbaru akan dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai tujuan pembangunan termasuk sebagai kawasan aktifitas usaha di sektor pariwisata yang bisa memberi nilai tambah bagi keindahan dan kemajuan kota Pekanbaru. Juga meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Pekanbaru akan memiliki destinasi wisata sejarah yang nantinya akan dikonsentrasikan di wilayah pinggiran sungai siak. Dimana nantinya akan dilakukan penataan dan pembinaan kawasan di sekitaran pinggiran sungai Siak.
Penataan ini dimulai dari Kampung Baru, Kampung Bandar, Kampung Dalam hingga Tanjung Rhu dimana nantinya rumah-rumah panggung yang ada disana akan ditata untuk destinasi pariwisata sehingga terwujudnya waterfront city yang telah dicanangkan.
“Saat ini Dinas Pariwisata sedang melakukan pendataan dimana saat ini destinasi wisata di Kota Pekanbaru telah mencapai 24 destinasi seperti pasar bawah, Tugu payung, tugu slais, mall, alam mayang, danau bandar khayangan, Masjid Ar Rahman dan lain sebagainya.
Water Front City Pekanbaru merupakan sebuah konsep baru penataan kawasan yang menggabungkan kepentingan kalangan swasta , pemberdayaan masyarakat danan aspek kelestarian lingkungan Water Front City akan dibangun dengan ukuran lebar 500 meter dan panjang 8 Km pada sisi kiri – kanan Sungai Siak.
Skenario yang digunakan dalam pengembangan kawasan ini meliputi aspek konservasi, revitalisasi, resettlement, renewal, dan aspek upgrading.
Adapun beberapa peluang investasi dalam proyek ini meliputi :
– Pengembangan Kota Baru
– Pegembangan Pusat Kota
– Pembangunan Pusat Ekonomi Rakyat
– Pembangunan Pusat Ekonomi Modern
– Pembangunan Kawasan Pemukiman
– Pembangunan kawasan Konservasi
Sarana Penunjang
Pemko Pekanbaru Miliki Air Bus

SEBELUMNYA, jika warga kota Pekanbaru ingin pelancong untuk menikmati indahnya tepian Sungai Siak masih menggunakan sampan. Tetapi kini telah bisa menggunakan alat transportasi modern.
Belum lama ini, Wali Kota Pekanbaru DR .Firdaus, ST, MT telah memperkenalkan serta meresmikan pemakaian bus air, yaitu sebuah speed boat yang sengaja didesain sebagai sarana transportasi sekaligus mendukung pariwisata Pekanbaru.
Bus air milik Pemko Pekanbaru adalah multifungsi. Sebagai sarana transportasi untuk menghubungkan wilayah Pekanbaru, mulai dari Pelabuhan Sungai Duku hingga ke Melebung, Okura. Selama ini, seperti diketahui, masyarakat Okura, terutama Melebung, bila ingin bepergian ke Pekanbaru harus melewati jalan Lintas Timur dulu. Jarak tempuh bisa mencapai satu jam. Namun bila menggunakan bus air ini, jarak tempuhnya sekitar 15 menit saja.
Selanjutnya sebagai sarana pariwisata, bus air ini akan sangat efektif. Seperti diketahui, bila digarap dengan baik, Sungai Siak dan segala kehidupan di tepiannya adalah objek wisata alam yang cukup menarik untuk dikembangkan. Bahkan, ketika peresmian pemakaian bus air ini, Wali Kota secara khusus meminta kepada Asosiasi Perusahaan Pariwisata Indonesia (Asita) untuk membuat paket wisata Sungai Siak ini,terang Walikota Pekanbaru DR. Firdaus, ST, MT.**(ADV)






















































