SETELAH cukup lama ditunggu-tunggu, Kota Pekanbaru dibawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus, ST MT akhirnya memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sendiri. Saat ini pekerjaan pembangunan RSUD Pekanbaru yang belokasi di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru tersebut sedang digesa. Dan jika tidak ada aral melintang, pada tahun 2017 mendatang warga Kota Pekanbaru telah dapat menikmati Rumah Sakit ini.
RSUD milik Pemerintah Kota Pekanbaru ini dirancang dengan konsep Green Hospital dibangun di atas lahan seluas 3,34 hektar dengan luas bangunan mencapai 11.300 m2 yang dilengkapi dengan bangunan masjid seluas 97 M2. Nantinya, RSUD ini akan dilengkapi dengan landscape yang tertata rapi dan sangat luas. Dengan hakekat ‘Rumah sakit ini bukanlah rumahnya orang sakit tapi rumahnya orang sehat”.

Untuk membangun RSUD Pekanbaru ini, Pemerintah kota Pekanbaru dibawah komando Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus,ST MT menggunakan APBD Kota Pekanbaru sebesar Rp.95 miliar dengan tiga tahun anggaran (2014-2016) yang dikenal dengan proyek multi years. Dengan rincian Tahun 2014 sebagai tahun pertama, dianggarkan 7 persen dari pembangunan fisik gedung sebesar Rp6,3 miliar, tahun 2015 ini sebagai tahap ke II digelontorkan Rp41,4 miliar untuk pembagunan 46 persen dari fisik gedung. Dan tahun ke 2016 ini, merupakan tahun ke III sebesar Rp42,3 miliar untuk tahap penyelesaian. Sementara untuk pengadaan alat-alat kesehatan, RSUD Pekanbaru ini akan dibantu oleh pihak Kementerian Kesehatan RI.
Konsep “Green hospital” rancangan Walikota Pekanbaru DR.H.Firdaus,ST MT ini memiliki keistimewaan tersendiri dari Rumah Sakit lainnya yang ada di Indonesia dan Riau khususnya. Selain pemandangan yang hijau dengan landscape gedung yang unik dan menarik. Sehingga diharapkan para pasien merasa nyaman dan betah.
Nantinya, manajemen RSUD Pekanbaru akan dikonsep modern dengan pelayanan petugas yang professional dan ramah. Manajemen RSUD Pekanbaru tidak akan kalah saing dengan rumah tingkat nasional. Tugas RSUD ini pun akan terdiri dari 70 persen promotif dan prepentif dan 30 persen untuk kuratif. Sehingga masyarakat Kota Pekanbaru memiliki pemahaman tentang menjaga kesehatan.
Nantinya jumlah kamar yang disediakan mencapai 100 kamar yang dibagi beberapa yingkatan. Antara lain kamar VIP dan kelas II, namun kamar terbanyak ada pada kelas III. Selain itu Pemko juga akan membuka klinik pengobatan tradisional. Hal tersebut dilakukan agar tetap bisa melayani pasien yang ingin memadukan pengobatan moderen dan sistem herbal.
Membuka Lapangan Kerja

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pekanbaru ini ditargetkan akan digungsikan pada 2017 mendatang. Dimana Untuk fungsional RSUD tersebut, Pemko akan ajukan penambahan Pegawai Negeri Sipil di bidang kesehatan sebanyak 200 orang yang terdiri dari Dokter spesialis, Dokter umum hingga ahli gizi dan tenaga perawat. Ditambah lagi dengan tenaga operasional lainnya diluar PNS.
“Mendapat Dukungan dari masyarakat”

PEMBANGUNAN RSUD tersebut disambut baik oleh masyarakat dan wakil rakat. Mateus, warga Tampan menyebutkan, RSUD ini telah lama dinantikan oleh warga Pekanbaru. Kami sebagai warga sangat senang dengan kehadiran rumah sakit ini. Tidak sabar rasanya dapat melihat rumah sakit kebanggaan Kota Pekanbaru ini beroperasi. Kami tetap memberikan dukungan kepada Walikota, agar terus melanjutkan pembangunan rumah sakit ini. Karena ini merupakan kebutuhan dasar kami sebagai warga kota Pekanbaru, terangnya.
Dia berharap, kehadiran RSUD Tipe C ini bisa menjawab kebutuhan warga akan minimnya rumah sakit maupun klinik yang melayani pemegang kartu BPJS Kesehatan. Sebagai pemegang kartu BPJS, kadang kita juga sulit menentukan klinik ataupun rumah sakit rujukan. Selain rumah sakit pemerintah jauh di pusat kota, rumah sakit swasta yang terdekat ada juga yang tidak menerima pasien BPJS, harapnya.
Saat peletakan batu pertama dan setiap peninjauan lokasi pembangunan RSUD Pekanbaru, Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT selalu menegaskan, bahwa RSUD Tipe C ini diprioritaskan bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah yang juga pemegang kartu BPJS Kesehatan. Polda RSUD Type C Kota Pekanbaru ini sangat diperioritaskan untuk masyarakat menengah ke bawah.
Sambutan yang hangat dari semua pihak tersebut itu menjadi motivasi bagi Wali Kota Pekanbaru untuk membenahi Kota Pekanbaru. Firdaus menyebut bahwa dukungan dari warga kota akan menjadi modal yang besar dalam setiap program pembangunan yang akan dirancang. “Untuk itu, kita sangat butuh masukan dari semua warga. Agar kota yang kita cintai ini terus berkembang menjadi kota yang madani seperti yang kita harapkan bersama.**(ADV/jsn)






















































