PEKANBARU, SUARAPERSADA. com– Jelang akhir semester ganjil Tahun Ajaran (TA) 2020/2021 ditengah Pandemi Covid-19, SMPN 27 Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Nelayan tepian sungai Siak Pekanbaru, telah usai melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMPN 27 Pekanbaru, Hasrida Nengleli, M Pd diruang kerjanya, Jumat (23/10/2020).
Dikatakan Hasrida yang akrap disapa Neng ini, dari hasil UTS, kita melihat bahwa kemampuan akademik siswa belum sesempurna yang kita harapkan. Artinya pembelajaran dengan Daring dan PJJ tidaklah sebaik dengan pembelajaran tatap muka, sebutnya.
Dikatakan Neng lagi, untuk itulah kita memanggil atau mengundang para orang tua untuk mengambil raport bayangan anak. Disana kita menjelaskan, hal-hal atau tindakan yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar anak dirumah. Misalnya, anak -anak kurang memahami tentang tugas yang akan dibuat, apa kendalanya. Itulah yang harus dikomunikasikan kepada orang tua, jelasnya.
“itulah tujuannya kita memanggil orang tua saat pengambilan raport. Dan kehadiran orang tua disekolah dijadwal, untuk satu kelas selama dua hari, dimulai dari pukul 8.00 sampai 12.00 Wib dan diharuskan mematuhi protokol kesehatan, “tuturnya.
Ditanya tentang pola penerapan PJJ yang dilakukan. Menurut Neng, pihaknya tetap mengacu kepada juknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan Pekanbaru. Dalam satu hari hanya dua mata pelajaran dengan jam yang berbeda. Seusai memberikan materi pelajaran, guru langsung memberikan tugas yang harus dikerjakan siswa. Selanjutnya, guru langsung mengoreksi lembar jawaban siswa “Dengan demikian para siswa bisa langsung memahami dan tidak ada tugas-tugas siswa yang menumpuk ,”urainya.
Hasrida kedepannya para siswa dan orang tua semakin memahami propram
PJJ dengan sistim daring. Apalagi para guru sudah menjelaskan hal yang akan dilakukan saat memerima raport, pungkasnya.(jsR)























































