Beranda Breaking News Pasca Tercemar Limbah PT. IIS, ARIMBI : “Keselamatan Warga Ditangan DLHK dan...

Pasca Tercemar Limbah PT. IIS, ARIMBI : “Keselamatan Warga Ditangan DLHK dan Polres Pelalawan”

230
0

PELALAWAN, SUARAPERSADA.com – Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLHK Provinsi Riau, Candra Hutasoit menyebut Hasil Lab Limbah PKS PT. Inti Indosawit Subur (IIS) PKMS 1 Ukui – Kabupaten Pelalawan, Riau, belum bisa dipublikasikan sebelum diteken oleh Kadis LHK Provinsi Riau.

“Hasil Lab sudah keluar itu benar, tapi belum bisa saya sampaikan karena saat ini kita masih tahap evaluasi dan proses, nanti akan kita umumkan setelah diteken oleh Kadis. Sekitar dua minggu lagi akan kita umumkan”, ujarnya dikonfirmasi via seluler, Selasa (23/2/2021).

Diakuinya pihaknya juga sedang melakukan koordinasi bersama dengan Kementrian terkait masalah dugaan pencemaran lingkungan oleh PT. IIS melibatkan Gakkum KLHK.

Saat kejadian, DLHK Kabupaten Pelalawan menyebutkan bahwa pihaknya bersama DLHK Provinsi Riau sudah turun ke lapangan untuk menangani dugaan pencemaran anak perusahaan Asian Agri itu.

Dari lima titik diambil sampel air di lokasi kejadian dan sudah diserahkan kepada pihak DLHK Provinsi Riau untuk diuji Lab di Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

“Kita sudah turun ke lapangan bersama DLHK Provinsi Riau dan sudah rapat juga bersama Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 13 Februari 2021 lalu”, ujar Kepala DLH Pelalawan Eko Novitra kepada media, selasa (23/2/2021).

Dari kesimpulan rapat tersebut, penanganan tindak lanjut dugaan pencemaran lingkungan oleh PT. IIS akan dilakukan oleh DLHK Provinsi Riau, karena izin lingkungan PT. IIS diterbitkan oleh DLHK Provinsi Riau.

“Secara aturan siapa yang mengeluarkan izin maka ia pula yang menyelesaikan dan mengeluarkan sanksi. Izin lingkungan PT. IIS itu dikeluarkan oleh DLHK Provinsi Riau, karena perkebunannya mencakup dua Daerah kabupaten, yaitu kabupaten Pelalawan dan Inhu,” jelas Eko.

Ia juga meminta Masyarakat untuk menunggu keputusan hasil dikeluarkannya Hasil Lab tersebut oleh DLHK Provinsi Riau.

Ketika ditanya hasil pengamatannya saat meninjau lokasi, ia mengatakan secara kasat mata air di lokasi yang diduga tercemar tersebut berwarna hitam.

Sementara itu, menurut Kepala Suku Anak Rimba Indonesia (ARIMBI), langkah yang dilakukan oleh DLHK Provinsi Riau, DLHK dan Polres Pelalawan sudah tepat.

Menurut Mattheus, hasil uji Lab ini adalah penentunya sehingga harus dibuka secara terang-benderang kepada masyarakat agar kedepannya tidak ada yang saling menyalahkan.

“ARIMBI berharap limbah itu tidak seperti yang kita duga (tercemar), tetapi apabila tercemar dan ada kandungan Bahan Baku Berbahaya (B3) di dalam sampel air sungai yang sebelumnya sudah diambil DLHK itu, maka jika dibiarkan akan sangat berdampak kepada lingkungan di sekitar sungai.

Masyarakat yang sehari – hari memanfaatkan sungai untuk mandi, mencuci dan warga sebagai nelayan atau mencari ikan akan terdampak. Maka itu harus dilakukan konservasi di kawasan yang tercemar.

Memang dampak limbah itu tidak langsung terlihat, namun, kedepannya pasti akan dirasakan oleh masyarakat yang memanfaatkan sungai tersebut.

“Pada titik ini jika ada upaya untuk menyembunyikan fakta yang sebenarnya, maka masyarakat yang terdampak boleh mempersalahkan pihak – pihak terkait,” tegasnya.

Menurutnya, efek limbah ini akan mengkontaminasi kehidupan masyarakat di sepanjang bantaran sungai. “Jadi kesimpulannya, keselamatan masyarakat desa Air Hitam ada ditangan DLHK dan Penegak Hukum,” tandas Mattheus.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kabupaten Pelalawan, AKP Ario Damar, mengatakan pihaknya sudah memeriksa tiga orang pejabat dari PT IIS.

“Kami sudah memanggil tiga orang dari PT IIS terkait masalah ini, selanjutnya menunggu proses yang sedang ditangani oleh pihak DLHK kabupaten pelalawan dan kami masih menunggu hasilnya,” jelasnya.

Dilain pihak Kepala Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Riau, Maamun Murod, terkait tindak lanjut hasil uji Lab limbah PKS PT Inti Indosawit Subur di ukui tersebut, mengaku belum mendapatkan laporan dari bawahannya.**(Anggi)

Tinggalkan Balasan