Pantau Harga Bahan Pokok, PJ Walikota Pekanbaru Tinjau Beberapa Pasar

0
58

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com– Untuk memastikan harga bahan pokok pasca kenaikan harga BBM oleh pemerintah, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun  bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau beberapa pasar di kota Pekanbaru,Kamis (8/9/2022).

Di Pasar Limapuluh, Muflihun menanyakan harga bahan pokok akibat imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September lalu.

Muflihun menjelaskan kami meninjau tempat penampungan sementara (TPS) sampah di pasar pagi Arengka serta kondisi drainase di depan Pasar  yang ternyata tidak mengalir,” kata Muflihun.

“Saat saya tanya pedagang di Pasar Pagi Arengka, ternyata sampah itu dari orang di luar pasar. Bahkan, ada angkutan sampah mandiri yang ikut membuang di sana. Disana kita buat TPS dadakan guna mengantisipasi sampah yang bertumpuk di pinggir jalan. Kami akan menjaga agar TPS itu khusus pedagang di pasar,” ucap Muflihun.

Di Pasar Limapuluh, Muflihun mengecek harga bahan pokok. Ternyata, harga cabai merah masih tinggi, sekitar 90.000 per kg. Harga cabai sudah turun sedikit dimana sebelumnya cabai merah Rp110.000 per kg. Harga ikan segar dan ikan teri masih standar.

“Hanya beras yang mulai mengalami kenaikan. Saya akan datang ke Bulog untuk mengecek persediaan beras,” sebut Muflihun

Guna mengatasi kenaikan harga, Pemko akan membentuk Satgas Pangan. Sementara, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus mengawasi pergerakan harga bahan pokok.

Menurut Muflihun, selama ini Pekanbaru berketergantungan kebutuhan cabai dari Sumatera Barat (Sumbar).

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemko harus memulai gerakan menanam cabai sendiri. “Saya sudah membuat surat edaran agar masyarakat menanam cabai dan bawang di halaman rumah,” terang Muflihun (jsR)

Tinggalkan Balasan