Musrenbang Kecamatan Mandau

0
539

DURI, SUARAPERSADA.com – Selasa (21/02) digelar Musyawarah perencanaan pembangunan Kec.Mandau tahun 2017 di gedung Bathin Betuah, Jl.Jend.Sudirman-Duri, dihadiri oleh Camat Mandau, Sekretaris Camat, Kadis Pendidikan Edi Sakura, S.Pd, M.Si, anggota DPRD Bengkalis, para Lurah/Kades, dan Ka UPTD Kec. Mandau.

Sekcam Toharuddin, SH, M.Si selaku ketua panitia mengatakan, bahwa musrenbang ini dilaksanakan adalah karena berpedoman kepada  UU No.25 tahun 2004 tentang perencanaan pembangunan, mekanisme ini perlu dilakukan, demi sinkronisasi antara pemerintah  Kelurahan/Desa dan Kecaman,” ujar Toha.

Camat Mandau Djoko Edy Imhar, S.Sos, M.Si dalam sambutannya mengatakan, bahwa sejak tanggal 23 Januari sampai awal Februari telah melakukan musrenbang di tingkat kelurahan/desa, dan ini diselaraskan dengan apa yang telah diserap oleh anggota dewan selama proses musrenbang di kelurahan/desa.

“Ada beberapa titik banjir yang harus kita perhatikan dan diselesaikan, seperti di Tegalsari, dengan adanya harapan dari masyarakat tentang usulan-usulan rencana pembangunan yang belum terealisasi, mari kita selesaikan disini, jangan nanti masyarakat menyalahkan pemerintah, yaitu dengan mengatakan musrenbang terus dilakukan, tetapi tidak ada satupun yang dibangun,” tutup Camat sekaligus membuka acara pelaksanaan musrenbang.

Kaderismanto Wakil Ketua DPRD Bengkalis dapil Mandau turut menyampaikan, prioritas pembangunan phisik yang telah disusun, namun menurutnya yang paling penting adalah tentang perekonomian masyarakat. Dimana akibat turunnya harga minyak dunia, maka pendapatan masyarakat menurun dari tahun sebelumnya APBD Bengkalis 5 hingga 6 Triliun menjadi 3,7 trilliun, dengan belanja gaji pegawai 1,1 Triliun. Sedangkan instruksi dari pemerintah pusat diminta sekitar 400 Milyar, sehingga terjadi perampingan anggaran di tiap kantor pemerintahan.

“Di tahun 2017 ini, produksi minyak turun dan harga turun juga, sedangkan di tahun 2016 produksi normal dan cuma harga yang turun, sehingga penggunaan anggaran akan rugi 700 M, bila hal ini terus terjadi kedepan, maka apa jadinya Kabupaten Bengkalis kedepan,  karena Bengkalis tergantung DBH migas,” ujar Kaderismanto.

“Maka untuk pembangunan ini nantinya, mari kita pikirkan bersama  bagaimana caranya bisa potensi lain kita gali menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat lebih baik, terutama pada sektor pertanian dan pariwisata, agar kita tidak tergantung pada DBH migas, maka cara berfikir harus kita ubah, dengan memikirkan potensi tadi, dapat menunjang perekonomian kita kedepan,” jelas Kaderismanto yang juga selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kab.Bengkalis.

Sementara itu, Panitia dari Kecamatan, membatasi jumlah usulan yang harus dibacakan oleh Lurah/Kades, yaitu hanya sebanyak 5 item dari jumlah keseluruhan skala prioritas dari tiap kelurahan / desa, dan prioritas yang dibacakan rata-rata usulan untuk pembangunan dan peningkatan jalan aspal hotmix, yaitu :

Kelurahan Air Jamban, peningkatan jalan aspal  hotmix dan pembangunan drainase parit beton, Kelurahan Babusalam yaitu, pembangunan jalan , Kelurahan Duri Barat yaitu, rehab pembangunan parit induk, peningkatan jalan Hotmix, Kelurahan Gajah Sakti yaitu, peningkatan jalan hotmix, Kelurahan Batang Serosa yaitu, rehab kantor dan peningkatan jalan aspal, Kelurahan Balik Alam yaitu, peningkatan jalan, pembangunan pagar kantor kelurahan 500 M, Kelurahan Pematang Pudu yaitu, peningkatan jalan aspal dan pembangunan drainase parit beton, Kelurahan  Talang Mandi yaitu, peningkatan jalan hotmix,  Kelurahan Duri Timur yaitu, pembangunan drainase parit beton, peningkatan jalan dan pembuatan sumur bor.

Sementara untuk Desa Petani berupa peningkatan jalan hotmix dan aspal beton, Desa Balai Makam  yaitu, peningkatan jalan hotmix, pembangunan gedung sekolah SDN dan MCK, Desa Sebangar yaitu, peningkatan jalan hotmix, Desa Harapan Baru yaitu, peningkatan jalan hotmix, Desa Kesumbo Ampai yaitu, peningkatan jalan,  pembangunan gedung Puskesmas, peningkatan jalan hotmix, drainase parit beton, Desa Bathin Sobanga yaitu, peningkatan jalan menuju ke kantor desa dan rehab gedung bestu, Desa Bathin Betuah yaitu, pembangunan gedung SDN72, pembangunan jembatan, drainase dan pembangunan jalan , Desa Boncah Mahang yaitu,  peningkatan jalan hotmix dan penimbunan jalan, Desa Air Kulim yaitu, peningkatan jalan aspal hotmix dan pembangunan ruang belajar SMP 13, Desa Buluh Manis yaitu, peningkatan jalan hotmix, pengadaan listrik dan trafo, Desa Pematang Obo yaitu,  pembangunan drainase parit beton, peningkatan jalan hotmix, peningkatan jalan semenisasi, dan pembangunan pagar SDN.

Untuk Desa Simpang Padang yaitu, pembangunan saluran drainase dan peningkatan jalan hotmix, Desa Tambusai Batang Dui yaitu, pembangunan gedung terpadu, pembangunan gedung serbaguna, pembangunan jalan dan  peningkatan jalan hotmix, terakhirDesa Pamesi yaitu, peningkatan jalan aspal hotmix, drainase parit beton dan pengadaan lampu jalan.**(Julieser)

Tinggalkan Balasan