Minta Transportasi Online Ditertibkan, Ratusan Penarik Betor Unjuk Rasa

0
360

MEDAN, SUARAPERSADA.comKeberadaan ojek berbasis online di Kota Medan yang semakin membeludak mendapat penolakan  dari ratusan pengemudi becak motor (betor) di Medan dengan menggelar aksi unjukrasa menggeruduk kantor Walikota, Selasa (21/02).

Pantauan suarapersada.com, para Abang becak ini meminta agar Walikota Medan mencabut dan membubarkan keberadaan ojek online karena para penumpang yang biasa menaiki betor kini beralih ke pengangkutan berbasis online (Go-jek) menyebabkan pendapatan betor berkurang.

Salah seorang penarik betor‎ Rinto (35) mengaku kalau keberadaan ojek online sudah mengurangi pendapatan penumpang betor secara drastis.

“Kami mau ojek online ditertibkan, pendapatan kami menurun gara-gara ojek online,” kata Rinto kepada wartawan, di lokasi aksi.

Usai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Medan, ratusan penarik beca motor (betor) bergerak menuju Kantor Go-jek yang berada di Komplek Junction jalan Perintis Kemerdekaan.

Ratusan pengemudi betor bergerak bersama berkonvoi menggunakan kendaraan betor dan satu unit mobil Pick Up menuju kantor Gojek.

“Kami mau berjumpa dengan pihak terkait, kami minta agar tidak anarkis, jaga ketertiban,” kata orator, Johan Merdeka di kantor Gojek.

“Kami mau menyatakan sikap, menolak transportasi online,” sambungnya.

Terlihat kedatangan ratusan pengemudi betor ke kantor Go-jek di jaga ketat petugas kepolisian Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur. Akibat kedatangan ratusan pengemudi betor juga mengakibatkan ruas Jl Perintis Kemerdekaan macet total.

“Karena kantor Go-jek tutup, kita bergerak ke Kominfo,” tandasnya.**Win

Tinggalkan Balasan