Terapkan Program Khas Sekolah, SMP Juara Pekanbaru Hadir Menciptakan Mental Juara Yang Relegius

0
1089
Kepala Sekolah SMP Juara Pekanbaru, Syahrul Padilah, S Pd

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com– SMP Juara yang beralamat di Jalan Legasari Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukitraya Pekanbaru, salah satu sekolah swasta dengan visi misi
“Sekolah yang menelorkan siswa Berprestasi dan Berkarakter Dalam Bingkai Iman dan Taqwa”.
Sejak berdiri tahun 2012 silam telah menamatkan sekitar 400 siswa. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMP Juara Pekanbaru, Syahrul Padilah, S Pd saat disambangi media ini diruang kerjanya, Senin (01/03/2021)

Syahrul Padilah, S Pd yang juga Ketua MKKS SMP swasta se-Kota Pekanbaru ini menguraikan, SMP Juara Pekanbaru dibawah naungan Yayasan “Indonesia Juara” yang memberikan pelayanan pendidikan tingkat SD dan SMP. Dan pada tahun Ajaran 2020/2021 SMP Juara memiliki peserta didik di tingkat SD sebanyak 155 siswa dan tingkat SMP sebanyak 152 siswa, urainya.

Menurut Syarul, pihaknya dalam menerapkan pembelajaran tetap sesuai dengan kurikulum nasional yang dikombinasikan dengan program khusus yang disebut dengan “kurikulum khas SMP Juara Pekanbaru,”. Yakni, memberikan pembelajaran Alquran, bahasa Arab dan call mediu. Kombinasi kurikulum nasional dan program khas sekolah tersebut bertujuan guna mewujudkan komitmen SMP Juara dalam menelorkan siswa yang memiliki SDM yang baik, mental juara dan relegius, paparnya.

Lagi kata Syahrul, dalam Tahun Ajaran 2021, SMP juara menerapkan program khusus. Yakni, menargetkan program hapal Qur’an 30 jus dalam kurun waktu satu tahun. Dan per-bulannya ditargetkan tiga Jus, ini sudah belangsung dan hingga bulan Maret 2021 ini alhamdulillah sudah mencapai delapan Jus, sebutnya.

Syahrul manambahkan, sejak tahun 2017 lalu, SMP Juara telah membuka kelas reguler dengan porsi 80 persen bagi siswa SMP Juara dan 20 persen berupa beasiswa bagi anak-anak duafa dengan subsidi silang. Artinya, biaya pendidikan dan operasional bagi anak duafa dibiayai oleh yang 80 persen, sebut Syahrul.

Gedung Sekolah SMP Juara Pekanbaru

Ditanya, kondisi dan proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19. Diakui Syahrul Padilah, pendemi Covid-19 sangat berdampak terhadap operasional sekolah. Karena sekolah swasta sangat bergantung kepada iuran siswa. Sekalipun ada dana BOS, namun yang paling menentukan adalah iuran siswa. SMP Juara memiliki 12 tenaga pendidik, yang tentunya di gaji dari iuran peserta didik. Namun berkat kerjasama antara sekolah dan orang tua suswa, “Alhamdulillah, dimasa pandemi Covid-19, gaji para guru dan karyawan bisa kita selesaikan dengan baik,” kata Syahrul.

Ditanya komentarnya, terkait kebijakan pemerintah yang terus membangun Unit Sekolah Baru (USB), baik tingkat SD maupun SMP. Syahrul hanya berharap agar pemerintah mentaati peraturan pemerintah dalam hal ini Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor:1 tahun 2021, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dalam Permendikbud tersebut dijelaskan, sekolah negeri dilarang menambah rombel, satu rombel maksimal 32 peserta didik, termasuk aturan dalam Dapodik, jelasnya.

Dia berharap, agar sekolah negeri menjalankan dan mentaati aturan tersebut. Sehingga sekolah swasta akan berpeluang mendapat peserta didik. Karena sekolah swasta hadir juga membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, tutupnya. (jsR)

Tinggalkan Balasan