Masyarakat Keluhkan Persyaratan Sertifikat Mengemudi Dari MSDC

0
714

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota (Satlantas Polresta) Medan masih saja menuai protes warga. Warga  mengeluhkan ribetnya pelayanan di Satlantas Polresta Medan untuk pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) Baru.

Sejumlah warga pemohon SIM baru di Satlantas Polresta Medan mengeluhkan persyaratan harus memilik sertifikat dari Medan Safety Drive Centre (MSDC), Jalan Bilal, Medan. Itu bagi pemohon SIM yang mengurus sendiri. Tapi bagi pemohon SIM yang menggunakan jasa calo yang berbaju biro jasa, semua urusan jadi muda, namun biaya yang harus dikeluarkan sangat mencekik leher.

“Sejak kapan pula kalau mengurus SIM itu harus ujian praktik di MSDC berarti ada permainan dalam hal pengurusan SIM. Ini namanya membuat warga Kota Medan menjadi sulit mengurus SIM dan tak sesuai dengan visi-misi Polri, “Kami Siap Melayani Anda” yang selalu berada di pintu masuk kantor polisi,” kata Budiman (27), pemohon SIM.

Hal senada juga di katakan pemohon SIM lainnya, Jhony(29). “Kenapa harus di MSDC ujian praktiknya. Ini namanya KKN terselubung,” bebernya.

Ditegaskan, jika memang tak ada main mata dengan MSDC, kenapa tempat belajar mengemudi yang ada di Kota Medan tak dilibatkan. “Kenapa semua kertas lulus ujian mengemudinya dari MSDC. Ini jelas ada permainan. Tak hanya itu, pengurusan SIM pun lama dan aku lihat tadi banyak calo keluar masuk Kantor Satlantas,” ucapnya kesal.

Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Budi Hendrawan saat ditemui di kantornya tidak berada di tempat,” Bapak lagi keluar kata stafnya kepada wartawan.(23/02).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Helfi Assegaf mengatakan, tak benar pemohon SIM harus mengikuti ujian di MSDC. “Masih banyak tempat belajar mengemudi di Kota Medan ini,” jelasnya.

Disinggung mengenai bahwa masyarakat harus membawa sertifikat dari MSDC, Helfi Assegaf membatahnya. “Kita tak ada memaksakan harus dari MSDC dan dari luar itu juga sah-sah saja,” akunya.

Terkait calo yang bebas keluar masuk ke dalam Satlantas Polresta Medan dalam pengurusan SIM yang melibatkan orang dalam, Helfi Assegaf tak menjawabnya.(win)

Tinggalkan Balasan