KAMPAR, SUARAPERSADA.com— Tidak lama lagi masa kepemimpinan Catur sebagai Bupati Kampar akan berakhir, selanjutnya akan diganti oleh Pj.Bupati Kampar. Yang menjadi pertanyaan, apakah pembangunan infrastruktur yang saat ini Mangkrak di berbagai tempat di Kampar akan dilanjutkan oleh Pj. Bupati Kampar. Hal ini disampaikan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kampar, Budi Hendra SE, Kamis (17 /3/2022).
Dikatakan Budi, di masa Bupati almarhum Aziz Zaenal pada tahun 2017 Proyek beliau lancar dan janji politiknya terwujud, salah satu Jembatan Gantung di desa Tanjung barulak pasar usang air tiris, setelah itu pembangunan jembatan. Namun baru separuh perjalanan, beliau meninggal dunia dan di lanjutkan oleh Catur hingga sekarang.
Hanya saja di masa kepemimpinan Catur, cukup banyak proyek tak selesai alias Mangkrak. Padahal proyek tersebut dianggarkan dari APBD Kampar sebesar Rp 17 milyar tetapi di agudmend sebesar 800 juta rupiah hingga sekarang ini “Mangkrak” ucapnya
“Kemudian Proyek pembangunan taman kota di jalan Ayani Bangkinang kota pertepatan di rumah dinas bupati Kampar “mangkrak” itu dianggarkan lebih kurang sebesar 6,5 milyar proyek pembangunan gedung PWI Kampar ada tiga tahap pengerjaan tahap pertama sebesar Rp 730.000.000 (tujuh ratus tiga puluh juta rupiah) putus kontrak, selain itu proye pembangunan gedung Disdukcapil di jalan arahman saleh Bangkinang kota di anggarkan pada tahun 2020, dan di kerjakan pada tahun 2021 sebesar 3,5 milyar setelah itu “mangkrak” dan informasinkami dapat itu sudah 20 persen yang sudah di kerjakan. Tetapi pisik yang kita lihat dengan kasat mata hanya pondasi gedung” ,ungkap Budi
Kondisi ini merupakan PR Besar bagi PJ Bupati Kampar yang akan segera di lantik nantinya, sebut Budi lagi.
“Apakah PJ Bupati Kampar mampu melanjutkan visi dan misi infrastruktur pembangunan yang terbengkalai di Kampar. Kita berharap”Jangan sampai kejadian ini terulang lagi di masa PJ bupati nantinya”,harapnya
Menurutnya LSM Penjara merasa cemas terhadap proyek proyek yang mangkrak di masa catur. karena ini wilayah Kampar daerah kita. Tentunya yang menjadi harapan masyarakat, agar pembangunan ini bagus, ucap nya
“Kampar adalah negeri kita, tentu harus kita perjuangkan agar lebih maju. Sehingga diharapkan kepada Pemkab, jangan terlalu banyak membuat perencanaan pembangunan, yang berakibat tidak terlaksana dengan baik. “Biar satu rencana tetapi hasil nya bisa di nikmati rakyat”,tutup Budi **(Hamdani)






















































