DUMAI, SUARAPERSADA.com – Cerobong pabrik refinery/pengolahan PT Nagamas Palmoil Lestari (NPO) kembali cemari udara Kota Dumai khususnya di wilayah pemukiman penduduk ring satu pelabuhan Pelindo 1 Cabang Dumai.
Penomena pencemaran udara dari pabrik PT NPO Dumai bukan yang pertama kali terjadi dipertontonkan perusahaan pengolah CPO ini melainkan selalu terulang dan terulang.
Hal itu bukti tidak adanya tindakan sanksi atau tindakan hukum dari intansi berkompeten atau aparat terkait guna effeck jera atau pembelajaran bagi perusahaan yang tidak ramah lingkungan agar perusahaan juga mengedepankan kepentingan kesehatan lingkungan warga masyarakat Kota Dumai.
Asap hitam pekat dari cerobong pabrik refinery PT NPO tentunya akan berdampak buruk bagi lingkungan perusahaan bahkan dapat mencederai kesehatan warga penduduk khsusnya di wilayah pelabuhan lingkungan perusahaan beroperasi.
Belum lama ini, cerobong pabrik refinery NPO juga menyemburkan asap hitam tebal. Kejadian tersebut bukan yang pertama kali namun sudah berulang kali.
Atas kejadian itu, warga masyarakat protes hingga pemberitaan dimedia saat itu viral akan tetapi tidak membuat instansi berkompeten gerah malah terindikasi adem ayem karena tidak ada reaksi tindakan yang berarti.
Dari kejadian berulang pencemaran udara pabrik perusahaan tersebut, pimpinan PT NPO, melalui humasnya Franky Bakkara, pernah mengakui kejadian itu akibat adanya maintenance pabrik dan tidak akan terulang lagi.
Padahal sebumnya, Franky Bakkara, telah memastikan bahwa semburan asap hitam pekat dari cerobong pabrik refinery NPO merupakan yang terakhir kali, karena PT NPO sudah menggunakan Boiler baru.
“Kita pastikan tidak akan terulang lagi, karena kita sudah menggunakan boiler baru”, aku Franky.
Namun apa yang disampaikan humas PT NPO tersebut, hanyalah isapan jempol semata dan telah menghilangkan kepercayaan masyarakat kota Dumai. Sehingga masyarakat menuding pihak PT. NPO telah melakukan pembohongan publik.
Menyikapi terulangnya semburan asap hitam dari cerobong pabrik perusahaan PT NPO Dumai ini, suarapersada.com mencoba melakukan upaya konfirmasi dan klarifikasi kepada pimpinan PT NPO Dumai, AB. Siregar, melalui aplikasi WhatsAppnya, namun hingga berita ini diangkat tidak ada penjelasan.
Namun Humas PT NPO Dumai, Franky Bakara, .melalui WhatsAppnya, mengaku bahwa peristiwa semburan asap hitam tersebut sudah dilaporkan ke puhak instansi terkait.
“Peristiwa semburan asap hitam dari PT. NPO, kita sudah melaporkan ke bagian terkait dalam hal mengenai boiler adanya perbaikan (maintanance).
Dan hal ini kita upayakan secepatnya diselesaikan, ” sebut Franky enteng. Yang terkesan tidak ada beban atas keluhan dan sorotan masyarakat yang bermukim di seputaran lingkungan perusahaan. ** (Tambunan)




















































