Korupsi Pembangunan Jambur dan Talud, Polda Sumut Panggil Saksi Ahli dari Polmed

0
480

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan memanggil saksi ahli dari dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) untuk memastikan ada tidaknya dugaan korupsi pada pembangunan jambur dan talut di desa Siosar, Tanah Karo. Keterangan saksi ahli dibutuhkan untuk menilai kualitas bangunan.

“Subdit Tipikor Polda Sumut sudah menyurati Polmed Medan dan meminta saksi ahli untuk dimintai keterangannya,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (09/06).

Nainggolan mengatakan, keahlian dari saksi yang berasal dari Politeknik Negeri Medan katanya sangat dibutuhkan karena para dosen yang mengajar di Polmed dianggap memiliki kemampuan di bidang rancang bangunan.

“Para staf pengajar di sana (Polmed..red) pasti lah orang yang ahli dalam bidangnya sehingga dianggap kompeten untuk memberikan kesaksian,” kata mantan Kapolres Nias Selatan.

Dia mengatakan Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut, saat ini sedang mengumpulkan dokumen-dokumen terkait pelaporan masyarakat mengenai indikasi adanya tindak pidana korupsi pada pembangunan jambur dan talud.

“Mereka (Tipikor..red) saat ini sedang mengumpulkan dokumen,” katanya

Subdit Tipikor Polda Sumut pun katanya sudah menyurati Polres Tanah Karo dan meminta agar kepala unit ekonomi satuan reserse dan kriminal Polres Tanah Karo untuk membawa bukti tambahan untuk melengkapi berkas-berkas kasus tersebut.

Dia mengaku mereka telah melaporkan Kepala Pelaksana BPBD Matius Sembiring, Bendahara DSP BPD Karo Bertha br Surbakti dan PPK DSP Sarman Tarigan.

“Kami sudah melaporkan beberapa orang BPBD ke Polda Sumut,” katanya.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Dari tiga orang yang dilaporkan hanya Sarman Tarigan sebagai PPK DSP tidak kunjung menghadiri pemanggilannya.

“Sarman Tarigan sebagai PPK DSP tidak kunjung menghadiri pemanggilannya. Dia sudah dipanggil dua kali,” katanya.**Win

Tinggalkan Balasan