Kodim 0303 Bengkalis Terjunkan Belasan Personil Pantau Longsor Dan Banjir Di Simpang Ayam

0
117

BENGKALIS, SUARAPERSADA.com- Komandan Kodim 0303 Bengkalis, Letkol inf. Endik Yunia memerintahkan belasan personil dipimpin Kasdim  Mayor Arh Sudiyono ke Desa simpang Ayam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Riau ,untuk memantau secara kondisi ratusan hektar lahan pertanian milik masyarakat serta lahan sawit PT. Agro Sari Mas yang longsor akibat abrasi, serta memonitor rumah masyarakat yang terdampak banjir.

Peristiwa yang mengakibatkan ratusan hektar lahan perkebunan serta pertanian amblas  terjadi di sebelah utara pulau Bengkalis yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka batas wilayah Kedaulatan Indonesia dengan Negara Malaysia itu, terjadi pada 11 Desember 2022 lalu.

Sejumlah awak media yang memantau langsung di lokasi kejadian, Senin (12/12/22) terdapat di lokasi telah dibangun Posko pemantau serta pengaduan masyarakat yang dijaga oleh belasan personil TNI dari Kodim 0303  Bengkalis serya tenaga medis.

Dilokasi kejadian, Mayor Arh Sudiyono yang stand by di lokasi menunggu kedatangan kepala BPBD Kabupaten Bengkalis bersama Kabid SDA Dinas PUPR Bengkalis, Ir.Sugeng Santoso mengatakan, bahwa kesiap siagaan belasan personil Kodim Bengkalis sejak terjadi nya longsor maupun banjir, untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, ucapnya.

Selanjutnya, Kepala BPBD Bengkalis, Suratman melakukan koordinasi dengan Kasdim, serta Kepala Desa simpang Ayam, Mujiono, tim langsung meninjau lokasi kejadian longsor yang disusul datangnya Kabid SDA  PUPR Bengkalis Ir.Sugeng Santoso.

Dilokasi longsor, kepala Desa Simpang Ayam, Mujiono mengatakan, penyebab terjadinya longsor diduga kuat akibat tekanan air dari kanal- kanal yang tidak berfungsi milik perusahan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sekitar desa Simpang Ayam serta , ditambah hempasan gelombang laut Selat Melaka, ujar Mujiono.

Ditanya, apakah sudah ada bantuan dari perusahaan kepada masyarakat pasca longsor dan banjir. Menurut kades Mujiono sampai saat ini belum ada bantuan apapun dari pihak perusahan yang beroperasi di wilayahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kabid SDA Dinas PUPR Bengkalis, Sugeng Santosa mengatakan, untuk mengantisipasi terjadjnya longsor dan banjir di desa Simpang Ayam, adalah dengan membangun turap batu pemecah ombak guna menahan tekanan gelombang laut Selat Malaka, mengingat Pulau Bengkalis sebelah Utara merupakan perbatasan Negara.
Maka merupakan kewenangan pemerintah pusat.tetangnya.

Menurut Sugeng, sekalipun kewenangan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terbatas. Pihaknya akan sesegera mungkin menindak lanjuti peristiwa ini ke Pemerintah pusat agar kondisi ini bisa di atasi, janji Sugeng.

Sementara kepala Desa Simpang Ayam bersama masyarakat sangat berharap agar Pemerintah Pusat  membentuk tim terpadu untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang terjadi serta penangan nya. Sehingga Pulau Bengkalis yang merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Negara malaysia tersebut tidak musnah menjadi lautan.

Lagi kata Kades Simpang Ayam, penyebab terjadinya longsor dan banjir di wilayahnya diduga akibat keberadan sejumlah kanal- kanal milik perusahan. Namun masih dugaan, maka diperlukan penelusuran lebih lanjut. “Jika benar diakibatkan oleh kanal- kanal milik perusahaan yang dibangun dilahan gambut yang sangat labil, maka kami meminta agar di proses secara hukum, harap Kades Simpang Ayam.***

Tinggalkan Balasan