Ketua Komosi B DPRD Medan Minta Evaluasi Kinerja Kadisdik

0
706

MEDAN, SUARAPERSADA.com – Sangat lemahnya pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kota Medan oleh Dinas Pendidikan membuat, Ketua Komisi B DPRD Medan H Irsal Fikri mengecam kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Drs Marasutan. Hal ini terbukti atas temuan Ombudsman Perwakilan Sumut adanya bocoran kunci jawaban di SMPN 1 Medan pada pelaksanaan UN hari pertama.

“Ini bukti kinerja Marasutan tidak becus, jauh hari sebelumnya kita sudah mewanti-wanti dan mengingatkan agar ada pengawasan ekstra maksimal. Ternyata, ada temuan bocoran kunci jawaban. Kita sangat menyayangkan, Walikota Medan pantas mengevaluasi kinerja Kadisdik,” ujar Ketua Komisi B DPRD Medan H Irsal Fikri kepada wartawan suarapersada.com, Selasa (05/04).

Menurut dia, kebocoran kunci jawaban bukan hanya di UN SMP saja, bahkan pada pelaksanaan UN SMA beberapa waktu lalu, kebocoran yang sama juga terjadi. Pada hal, kata dia , Kadisdik sudah di ingatkan, tapi terkesan acuh yang akhirnya menodai UN.

Sementara itu Sekretaris Disdik Medan Ramlan Tarigan, ketika monitoring UN di SMPN 37, mengusulkan kepada seluruh pihak sekolah untuk melakukan pengawasan selektif. Kepercayaan yang diserahkan pemerintah pusat terkait penentu lulus tidaknya siswa supaya dihargai betul.

Menanggapi adanya temuan Ombudsman terkait kebocoran kunci jawaban UN di hari pertama, Kepala Sekolah SMPN 37 Medan Sahat Marulak Nababan, menyebutkan, pihaknya tetap menekankan kepada siswanya agar tidak percaya dengan tawaran kunci jawaban. Karena kebenaran kunci jawaban tersebut sangat diragukan.
Menurut Sahat, pihaknya tetap mengawasi siswa-siswinya serta memberikan arahan agar tetap percaya diri dengan pembekalan dari les tambahan di sekolah selama ini.

Dia menambahkan, terkait pelaksanaan UN di SMPN 37 Medan pada hari pertama dan kedua berlangsung aman dan lancar. Jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 295 orang dan tidak ada kendala.**Win

Tinggalkan Balasan