PEKANBARU, SUARAPERSADA. com- Beberapa guru SMPN 34 Pekanbaru menyampaikan keluhan Kepada Kepala Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, DR. Ismardi Ilyas, M Ag, atas kebijakan dan tindakan Kepala Sekolah SMPN 34 Pekanbaru, Elvi Devita, S. Pd, M Pd yang dinilai arogan dan otoriter.
Sumber informasi yang dirangkum, salah seorang guru yang enggan disebut jati dirinya menuturkan, mereka sudah bertemu langsung dengan Kadisdik Pekanbaru, Ismardi Ilyas dan sudah menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di tempat mereka mengajar.
Dikatakan sumber, ada 10 butir keluhan yang kami sampaikan kepada Pak Kadisdik, mulai dari sikap arogansi, pengelolaan dana BOS, pengutipan uang Sertifikasi yang seolah merupakan kewajiban para guru sertifikasi, pengelolaan dana sosial, uang Pustaka hingga upah penulisan Ijazah, keluhnya, Selasa (15/02/202)
Selanjutnya ada enam butir sikap atau moral yang tidak layak di lakukan seorang pemimpin atau selalu Kepala sekolah yang dilakukan Evi Devita, yang sangat merendahkan martabat kami selaku guru, bebernya.
Sumber juga sangat menyayangkan sikap dan tanggapan dari Kadisdik Pekanbaru atas kedatangan kami ke Kantor Disdik yang terkesan Cuek. Bukannya menyikapi laporan kami, malah sebaliknya menyalahkan kami. Seharusnya selaku pimpinan bisa menerima keluhan dan mempertimbangkan, “Kami kecewa dengan Kadisdik Pekanbaru,” paparnya.
“Jika persoalan ini tidak ditanggapi oleh Kadisdik maka kami akan menemui langsung Walikota Pekanbaru, ” ucapnya.
Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SMPN 34 Pekanbaru, Elvi Devita, S Pd., M Pd menuturkan dan mengaku, ada beberapa guru yang tidak suka dengan kebijakan yang diterapkan. “Bagi saya yang paling utama adalah mewujudkan pendidikan yang bermutu. Nah, untuk tercapainya tujuan tersebut, yang paling utama adalah disiplin,” ucapnya.
Dikatakan Elvi Devita, sejak dirinya diberi amanah sebagai kasek SMPN 34 pada tahun 2019 lalu, langsung memulai penataan dan menerapkan disiplin, baik terhadap guru dan siswa. Artinya, apa yang menjadi kewajiban guru selaku tenaga pendidik wajib dilaksanakan begitu juga dengan siswa selaku peserta didik, ujarnya.
Selanjutnya menata sarana dan prasarana sekolah, mulai dari ruang belajar, Ruang majelis guru, Tata Usaha Sekolah, Pustaka Sekolah, WC dan lainnya, secara berangsur kita perbaiki, akunya

.
“Alhamdulillah, saat ini SMPN 34 saat ini, sudah semakin maju, baik secara akademik maupun non Akademik. Salah satu raihan prestasi kita, Pustaka SMPN 34 Adalah yang terbaik di Kota Pekanbaru tahun 2022, Insyaalllah, hingga saat ini Sekolah kita baik-baik saja dan semua masih bekerja,”terangnya.
Disinggung tudingan para guru terkait pengelolaan Dana Sosial, pungutan uang sertifikasi, hingga uang tulis Ijazah. Munurutnya, Dana sosial itu sudah ada sebelum dirinya jadi kasek. Nah, pengurus yang lama Ibu Neng memasuki masa pensiun dan diserahkan kepada kami. Melihat kondisi WC guru amat jauh, kalau mau sholat jaraknya amat jauh. Lalu diputuskan untuk membuat WC guru. Begitu juga dengan uang sertifikasi, itu sifatnya sedekah atau sukarela dan uang yang terkumpul kita gunakan untuk penataan lingkungan sekolah juga menambah rejeki kawan-kawan honor, tuturnya.
Namun ditengah berjalannya program ini, ada satu dua guru yang tidak setuju dan komplain. Kemudian, dana sosial sebelumnya saya kembalikan dengan uang pribadi, begitu juga dengan uang sertifikasi, paparnya.
Ia juga menyinggung kepengurusan Komite Sekolah SMPN 34 Pekanbaru berdasarkan rapat wali murid, telah diputuskan mengganti Ketua serta pengurus Komite Sekolah dan sudah kami serahkan kepada bapak Kadis, pungkasnya
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, DR. Ismardi Ilyas, M Ag yang dikonfirmasi terkait mosi para guru SMPN 34 tersebut juga beberapa hal terkait kebijakan Disdik. Hingga berita ini dilansir belum memberikan tanggapan. (jsR)






















































