PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Pemerintah provinsi Riau terus menggesa pengembangan kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH) menjadi kawasan wisata alam di Sumatera. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau Mamun Murod
Dikatakan Kadis DLHK Riau, dalam pengembangan kawasan wisata alam Tahura SSH tersebut pihaknya bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB). “Detail Enginering Design (DED)
sedang disiapkan senilai Rp3,5 miliar,”terangnya.
Dikatakan Mamun Murod, pada awalnya, rencana pengembangan kawasan wisata alam Tahura SSH disiapkan DED senilai Rp9 miliar. Namun yang disetujui senilai Rp3,5 miliar yang di biayai PT PHR.
Pihaknya berharap, pengelolaan kawasan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Riau. Dan Tahura SSH menjadi salah satu daya tarik wisata lingkungan yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Lanjutnya, salah satu ikon kawasan Tahura SSH yang bakal dikembangkan yakni, danau yang terdapat di hutan ini. Nantinya, danau itu akan dikembangkan menjadi titik poin dan tempat olahraga bagi pengunjung. ”Sekitar danau akan kita tata dan dibuat jalan di sekelilingnya. Sehingga masyarakat bisa berolahraga sekaligus menikmati alam,” ucapnya.(jsR).
























































