Kades Diduga Tak Transparan” Sengkerawut Penggunaan Dana Desa Dan Pembangunan Desa Pangkalan Serik

0
606
Warga Pangkalan Serik Bersama Awak Media dilokasi Jalan menuju Persawahan

KAMPAR, SUARAPERSADA. com– Kepala Desa Pangkalan  Serik Kecamatan Siak hulu Kabupaten Kampar Riau diduga tidak transparan terkait penggunaan dana Desa dan pembagunan Desa lainnya. Padahal setiap tahunnya selalu mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan jalan menuju kawasan persawahan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan, Deden, salah seorang warga masyarakat desa Pangkalan Setik kepada awak media. Dikatakan Deden, Kades Pangkalan Serik, Jundri setiap tahunnya selalu membuat anggaran untuk pembangunan Jalan akses menuju persawahan  yang di lewati oleh petani setiap hari. Tetapi hingga saat ini tidak ada pembangunan jalan tersebut. “Kemana pergi anggaran dana desa tersebut?” sebut nya. Sabtu (23/10/2021).

Selain pembangunan  jalan sawah, tiga tahun berturut turut, mulai tahun 2018 hingga sekarang 2021. Jundri tak pernah memasang Plank  APBDes di  kantor desa.
“Selama kepemimpinan kades sekarang ini tak pernah transparan kepada masyarakat terkait dana desa yang ada di pangkalan serik,”benernya.

Selain pengelolaan Dana desa,  pengangkatan perangkat desa, mulai dari ketua badan pemusyawaratan desa (BPD) RT, RW hingga kaur lainnya yang sarat nepotisme.
“Pengangkatan perangkat desa tanpa ada nya musyawarah bersama warga alias pandai pandai kades saja”,ucapnya.

Salah seorang warga lainnya menuturkan, pembangunan jalan Pemda akses menuju kandang ayam, Kades pernah juga mematokkan uang sebesar 60 ribu rupiah kepada kami, untuk pembangunan jembatan. Namun kami keberatan membayarnya, karena jalan terssebut didanai oleh Pemda “Tak pantas warga yang membangun di  jalan Pemda tersebut”ucap warga

Parahnya lagi kata warga, kondisi tempat Wisata danau Sepinang, Kades  pernah mengalokasikan anggaran hingga ratusan juta. Tetapi kita lihat kondisinya sekarang ini. Dulu terdapat bermacam ragam permainan untuk pengunjung, mulai dari perampung rumah untuk berfoto foto kemudian sampan bebek,. Tetapi hasil pendapatan tidak nampak di kas desa. “Kami  selaku warga heran kemana perginya pendapatan wisata danau Sepinang ini”,tutupnya

Kepala Desa Pangkalan Serik, Jundri yang diikonfirmasi untuk klarifikasi melalui pesawat silulernya terkait keluhan warganya dan pantauan media dilapangan hingga berita ini dilansir tidak membuahkan hasil.** (Hamdani)

Tinggalkan Balasan