PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Suasana duka dan haru mewarnai prosesi pemakaman Ruly Sihotang (24) dan Reni Sihotang (17), warga sipil yang menjadi korban jatuhnya Pesawat Hercules C-130 di Jalan Jamin Ginting Medan Sumut, Selasa (30/6) lalu.
Ribuan warga membanjiri rumah duka yang beralamat di jalan Gabus, RT.03/RW.07 Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru menyampaikan belasungkawa. Sebelum proses pemakaman.
Kedua jenazah di semayamkan sementara di gereja Santo Paulus jalan Sukarno Hatta untuk dilakukan proses kebaktian khusus yang dipimpin rohaniawan Katolik. Selanjutnya, di makamkan di Pemakaman umum jalan Garuda Sakti Panam Kecamatan Tampan.
Informasi yang dirangkum Suara Persada, almarhum Ruli dan Reni Sihotang merupakan anak ke Ketiga dan ke empat dari empat bersaudara, anak dari pasangan Sahala Sihotang dan Lasmina Tinambunan. Ayah korban bekerja sebagai wiraswasta dan ibunya pegawai RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Ruly semasa hidupnya tinggal bersama orang tuanya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau dan akan di wisuda pada bulan Oktober 2015 mendatang. Sementara Reni, adalah siswi kelas III SMA Negeri I Pekanbaru.
Sebelum peristiwa naas, kedua almarhum berencana berlibur ke Pontianak, tempat abangnya Lettu Penerbang Andi Paulus Sihotang dengan menumpang Hercules C-130. Tapi malang tak dapat ditolak, Tuhan menjemput anak usia remaja ini.
Pantauan media ini, selama proses pemakaman, puluhan personil TNI AU tampak melakukan pengaman.***(JSN)





















































