PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Neraca Perdagangan Provinsi Riau Januari-Oktober 2019 mengalami surplus sebesar US$
8.76 miliar. Hal tersebut dipicu oleh surplusnya sektor non migas sebesar US$ 8.28 miliar dan sektor migas US$ 482.64 juta.
Demikian disampaikan Kepala BPS Riau, Misfaruddin,M Si, saat Pres Rilis di kantor BPS Riau, Jalan Sumatera Pekanbaru, Senin (2/12).
Menurut Misfaruddin, dari sisi volume perdagangan, periode Januari-Oktober 2019 mengalami surplus sebesar 16.102,21 ribu ton. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca volume perdagangan sektor
non migas sebesar 15.030,71 ribu ton dan sektor migas sebesar 1.071,50, urainya.
Disisi lain kata Misfaruddin, nilai ekspor Riau Oktober 2019 sebesar US$ 1.09 miliar, angka tersebut mengalami kenaikan 4,80 persen dibanding ekspor September 2019. Demikian juga ekspor non migas Oktober 2019 sebesar US$ 1.07 miliar, mengalami kenaikan 7,06 persen. Jika dibandingkan dengan ekspor non migas September 2019.
Dengan demikian, kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional sebesar 7,27
persen. Secara kumulatif nilai ekspor Riau Januari-Okt 2019 sebesar US$ 10.02 miliar atau mengalami penurunan sebesar 25,66 persen. Demikian
juga dengan ekspor non migas sebesar US$ 9.39 miliar, mengalami penurunan sebesar 16,04 persen. Nilai impor Riau Oktober 2019 sebesar US$ 103.58 juta dan mengalami penurunan sebesar 16,45 persen dibanding impor bulan September 2019. Demikian juga impor non migas Oktober
2019 sebesar US$ 95.63 juta, mengalami penurunan sebesar
1,04 persen dibanding impor non migas September 2019.
Dengan demikian Kontribusi seluruh impor Riau terhadap Nasional sebesar 0,70
persen. Secara kumulatif nilai impor Riau Januari-Okt 2019 sebesar US$ 1.26 miliar atau mengalami penurunan sebesar 3,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, Sebaliknya impor non migas sebesar US$ 1.12 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen.paparnya.
Diuraikan Misfaruddin, neraca Perdagangan Riau bulan Oktober 2019 surplus sebesar
US$ 982.02 juta, dengan demikian kumulatif selama Januari hingga Oktober 2019 surplus sebesar US$ 8.76 miliar, kata Misfaruddin.
Dia menambahkan, tahun 2019 tinggal satu bulan lagi, kondisi perdangan tersebut bisa saja berubah. Karena biasanya jelang akhir tahun, transaksi perdagangan mengalami peningkatan. Baik impor maupun eksport, tutupnya. (jsn)























































Greetings! Very useful advice in this particular article!
It is the little changes that produce the greatest changes.
Thanks for sharing!