Heboh Penjualan LKS, Nandang Priyatna Sebut Mustafa Kamal Sering datang Ke dikspora

0
336
Kepala Bidang Dikdas Disdikpora Kampar, Nandang Priatno

BANGKINANG, SUARAPERSADA. com-  Merebaknya issu  penjualan buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) di  sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Kampar, mulai tingkat SD dan SMP yang menyeret Kabid Dikdas Dinas Disdikpora Kampar, Nandang Priyatna  semakin memanas. Pasalnya, Nandang mengaku tidak pernah merekomendasikan kepada siapapun, baik lisan maupun tulisan untuk menjual LKS.

Sanggahan tersebut disampaikan Nandang saat dimintai komentarnya terkait modus penjualan buku LKS di kampar, Selasa (17/8/2021).

Dikatakan Nandang Priyatna sebelumnya ada orang bernama Mustafa Kamal sering mendatangi diri nya di Disdikpora Kabupaten Kampar dengan tujuan minta persetujuan atau kerjasama untuk menjual LKS nya di setiap sekolah. Tetap saya selaku Kepala bidang Pendidikan dasar (Dikdas) menolak penawaran Mustafa Kamal.

“Saya Seorang ASN tidak ada wewenang berbisnis LKS.”Demi menjaga image seorang aparatur sipil negara (ASN), tentu nya saya tidak bisa memberikan rekomendasi” terang nya. .

Saat Kamal datang kekantor, tegas saya sampaikan, “Berdaganglah sesuai dengan aturan dan cara yang halal, pandai – pandailah di sekolah. Kami tidak ada wewenang untuk memberikan Rekomendasi, karena saya punya atasan tidak bisa memutuskan sendiri. Apa lagi  mengatas namakan Dinas, maaf saya tidak bisa ambil resiko”, ucap Nandang.mengisahkan pertemuannya.

Nandang  mengungkapkan pemasok LKS dan penyedia buku dan lainnya adalah tetangga desa saya bernama Mudiono. Awal kenal dengan Mudiono, saya pernah meminta bibit ubi, begitu juga dengan orang tuanya saya cukup dekat. Kok saya di tuding memberikan rekomendasi untuk penjualan  buku LKS, padahal kami sudah dari dulu akrab,
Masak karena pernah ngopi, malah saya di jadikan alat, padahal saya tidak bicara tentang LKS,”jelasnya

“Mungkin saja ada unsur sakit hati okum  terhadap saya, sengaja mencari kesalahan Dikpora, Seperti nya ada dendam”,pungkas nya.

Tempat terpisah Mustafa Kamal yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap nya, terkait bisnis penjualan buku LKS, serta hasil pertemuannya dengan Kabid Dikdas  Disdikpora Kampar, Nandang Priyatno. Serta masalah rekomendasi.

Mustafa Kamal membeberkan bahwa diri nya tidak pernah menjual LKS, apa lagi mendatangi Nandang untuk rekomendasi penjualan LKS di sekolah-sekolah, tegasnya.

Dalam logat khas daerah, Kamal menyebutkan “Ambo tahu dengan peraturan, jadi saya tidak pernah yang namanya menjual LKS, karena itu melanggar peraturan Pemerintah,” tulis Kamal dalam pesan singkatnya.

“Biar klen tahu, siapa oknum wartawan  yang jualan LKS itu, tanyakan  kepada Nandang Priyatna”,ungkap Mustafa Kamal
(Hamdani)

Tinggalkan Balasan