DUMAI, SUARAPERSADA.com – Cerobong Kilang PT Pertamina RU II Dumai hari ini (Selasa 31/3) diperkirakan sejak pagi hari kembali mengepulkan asap hitam pekat ke udara. Akibat kejadian yang berulang – ulang itu, awan diatas permukaan kilang Pertamina hingga diatas pemukiman warga tampak tercemar.
Apa penyebab hingga hari ini dari salah satu Cerobong di dalam kilang Pertamina itu kembali mengeluarkan asap hitam itu, suarapersada.com tidak mendapat klarifikasi dari pihak Pertamina.
Ketika suarapersada.com mencoba minta penjelasan dari Kabag Humas Pertamina, Yefrizon lewat pesan singkat ditanya soal asap hitam dari Kilang Pertamina notabene mencemari udara itu, Yefrizon tidak merespon alias tidak membalas konfirmasi itu.
Demikian dengan konfirmasi yang dilayangkan suarapersada.com ke nomor Phonsel General Manager (GM) Pertamina RU II Dumai, Afdal, suarapersada.com tidak menerima balasan. Afdal yang diketahui sebagai GM PT Pertamina RU II Dumai masih terbilang baru itu, tanpak memilih bungkam dan untuk tidak mengklarifikasi konfirmasi media.
Sebagaimana diberitakan media ini dua pekan lalu, Cerobong Kilang Pertamina RU II Dumai hal yang sama “menghadiahi” warga masyarakat Kota Dumai dengan asap hitam pekat. Asap hitam dimaksud diperkirakan berturut-turut sepekan mengepul dari cerobong Pabrik Pertamina.
Akibat kejadian ketika itu, sejumlah warga sekitar Kilang Pertamina RU II Dumai melakukan protes keras terhadap pihak Pertamina. Dipasilitasi pihak Lurah setempat dan Pihak Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai,atas protes warga dimaksud,pihak Pertamina memberikan sumbangan kepada warga dengan bentuk tunai Rp 25 juta, katanya untuk merehab salah satu Mesjid yang ada disekitar perusahaan.
Kejadian yang terbilang setiap tahunnya dipertontonkan pihak Pertamina RU II Dumai soal asap hitam yang notabene mencemari udara itu,Pertamina tampak seakan tidak bersalah. Apakah Karena warga sekitar Perusahaan (Pertamina-red) bila sudah di “suguhkan” sejumlah uang seakan tidak ada permasalahan lagi..? hal inilah menjadi perhatian dan pertanyaan sejumlah kalangan pemerhati di Kota Dumai.***Tambunan



















































