PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Dua bulan terakhir, Gas Elpiji 3 Kg di beberapa wilayah di kota Pekanbaru langka. Tidak jelas kemana menghilangnya gas tabung dengan berat 3kg tersebut . Akibatnya, warga bingung dan kesal, jikapun ada beberapa pengecer bertindak nakal dengan menjual harga bervariasi. Mulai dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.
Linda warga Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai, mengaku kesal dengan langkanya Elpiji 3 kg. “Saya sudah mencari Gas Elpiji 3 Kg di warung-warung seputaran Rumbai hingga ke Rumbai Pesisir. Semua tempat menyatakan gas sedang kosong. Jikapun ada, harga cukup mahal dari biasanya, yakni Rp25 ribu,” cetusnya, Jumat (8/5).
Lagi kata Linda, “Kalau Gas Elpiji ukuran 12 Kg ada sih di beberapa warung. Tapi itu kan mahal. Itu untuk orang-orang kaya,” celutuknya.
Husnidar warga Jalan Damai Palas, mengaku diseputar lingkungannya ada warung memiliki gas Elpiji 3 kg, tapi dengan harga mencekik, yakni Rp 22 ribu. Karena tidak memiliki uang dan merasa pemilik warung telah melanggar Harga Eceran Teringgi (HET), Husnidar lebih memilih mencari kayu untuk memasak.
Warga ini berharap, agar pemerintah kota Pekanbaru dapat menjamin ketersediaan Gas elpiji 3 kg agar tidak menyulitkan kehidupan masyarakat kecil. “Pemerintah seharusnya memonitor dan menindak para pengecer yang sering membuat harga atas kemauan sendiri demi meraup untung,” pungkasnya.**js





















































