DUMAI, SUARAPERSADA.com – Walau pihak berkompeten di LPSE Kota Dumai telah mengatakan, bahwa pengumuman pemenang tender proyek pengadaan jaringan Instilasi air bersih ke rumah rumah warga telah sesuai Standard Operasiolan Pelaksanaan ( SOP ) lelang, namun hingga Jum’at (04/10 2019), sejumlah oknum kontraktor di Kota Dumai masih meragukan keadilan dan kejujuran dari pihak panitia lelang di dalam hal memenangkan CV Projects Andalan Sejahtera untuk melaksanakan pekerjaan.
Seperti halnya penuturan salah seorang oknum kontraktor di Kota Dumai beberapa hari lalu. “Jauh hari sebelum keluar pengumuman, kami sudah menduga pasti pemenangnya buka orang Dumai,” ujar pria itu.
Ditanya, apa dasar kecurigaan mereka (para kontraktor) menuding pihak panitia lelang ?
“Dimana mana setahu saya, tidak ada proyek atau pekerjaan yang sama dilelangkan sampai dua kali. Boleh dilelang, tapi harus ada pengumuman penundaan dulu. Ini tidak, siapa yang ngak curiga,” ujar pria yang tidak di sebut nama nya itu menjawab pertanyaan suarapersada.com .
Lanjut dia, Saya yakin, kecurigaan ini datangnya dari pihak kontraktor yang kalah. Nah untuk meluruskan informasi tersebut, saya katakan, bahwa proses yang dilakukan panitia, mulai dari tahap pengumuman tender sampai tahap pengumuman pemenang itu sudah sesuai SOP lelang.
“Terus terang kecurigaan mereka (oknum kontraktor) sudah berlebihan dan tidak mendasar,” ujar ketua panitia lelang proyek bernilai Rp 2.920,000,000, bernama Eka Jum’at (04/10/2019 ) di ruang kerjanya Jalan Perwira Kota Dumai.
Namun saat di singgung mengenai informasi, adanya dua kali pengumuman dalam satu proyek pekerjaan dan apakah dalam waktu 50 hari kerja CV Projects Andalan Sejahtera mampu melaksanakan pekerjaan pengadaan jaringan Instilasi air bersih ke rumah warga ?
“Benar, pengadaan pengumuman lelang kita buka sebanyak dua kali. Dan batas waktu hari kerja untuk proyek yang dimenangkan CV Projects Andalan Sejahtera itu memang cuma 50 hari kerja. Nah, dikarenakan pertanyaan ini menyangkut teknis.Saya sarankan saudara untuk konfirmasi ke PPK ( Pejabat Penyelenggara Kegiatan ) nya,” elak Eka mengakhiri perbincangannya dengan suarapersada.com.
Sejauh ini, suarapersada.com belum berhasil menemui maupun mengkonfirmasi pihak PPK. Sebab saat hendak ditemui, kantor PUPR Kota Dumau masih terlihat sepi. Hal itu kemungkinan besar dikarenakan, ada nya aksi demo dari para Pemuda Kota Dumai beberapa waktu lalu.**(Mulak Sinaga)

















































