DPP-SPKN Soroti Netralitas ASN Pemko Pekanbaru, Turnamen Futsal Antar OPD Tampak Kustom Bertuliskan Nama Bacalon Walikota Pekanbaru

0
90

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPP-SPKN) menyoroti Turnamen Futsal antar OPD dilingkungan Pemko Pekanbaru yang digelar pada, Kamis (15/8/2024). Pasalnya, terlihat salah satu tim OPD memakai Jersey (kustom)  mencantumkan nama “Agung Nugroho” di bagian belakang, sementara di bagian depan bertuliskan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru.

Sekjen DPP-SPKN, Romi Frans mengatakan, kami membaca berita itu di media online gilangnews.com. Kami sangat menyangkan peristiwa itu. Karena diketahui nama tersebut sudah mencuat sebagai Bacalon Walikota Pekanbaru pada Pilkada mendatang, sebut Romi Frans.

“Sejatinya Turnamen Futsal itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI dan HUT ke-67 Riau, “Yang bertanding antar OPD tetapi kok pakai Kustom dengan nama salah satu Bacalon Walikota Pekanbaru,” ucap nya.

Padahal sebelumnya, Kadispora Pekanbaru mengatakan, bahwa pembukaan turnamen akan digelar pertandingan eksebisi antara tim Futsal Pj Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa melawan tim Futsal Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution. Mendengar itu kita bangga, sebut Romi Frans.

Tetapi dengan munculnya Jersey (kustom) bertuliskan nama seorang Bacalon Walikota Pekanbaru itu, tentu sangat menciderai niat baik penyelenggàra turnamen. “Saat ini tahun politik, situasi politik mulai memanas, malah ASN yang berulah, ada apa itu,” sebutnya.

Padahal jauh sebelumnya Pj Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa telah menegaskan agar seluruh ASN di Pemko Pekanbaru bersikap netral dalam Pilkada. Ditambah lagi hari ini, Mendagri Tito Karnavian memberi pesan khusus kepada PJ Gubri, Rahman Hadi agar menjunjung tinggi netralitas di Pilkada. Sukseskan Pilkada yang demokratis, aman dan lancar. “Kok seolah-olah menunjukkan dukungan kepada salah satu bacalon,” kritik Romi Frans.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pekanbaru,
Hazli Fendriyanto yang dikonfirmasi mengatakan, saat pertandingan berlangsung pagi hari tidak melihat hal tersebut. Kemudian sekira pukul 9.00 wib saya ada giat lain. Selanjutnya panitia teknis pertandingan kami serahkan ke Afkot Pekanbaru sebagai pihak yang memiliki lisensi dan berkompeten dalam penyelenggaraan pertandingan. Mereka tidak melihat di awal pertandingan, mereka memang “kecolongan,” terang Hazli.

Kemudian setelah tahu mereka di babak 16 besar memakai kostum tersebut dan kebetulan tim mereka lolos ke babak perempat final atau 8 besar. Kami minta mereka ganti kostum atau didiskualifikasi.
Tapi mereka langsung ganti kostum dan lolos hingga semifinal, terang nya.

Hazli menambahkan, Turnamen Futsal ini berlangsung 1 hari dengan peserta 17 tim dengan hasil : Juara I tim PUPR Pekanbaru,  Juara II tim Disperindag disusul juara III tim Dishub Pekanbaru, terang Hazli Fendriyanto.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso yang diminta tanggapannya melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini dilansir belum menjawab.(jsR).

 

Tinggalkan Balasan