Disperindag Gelar Operasi Pasar, Pemilik Kedai Kopi dan Rumah Makan Dilarang Pakai Elpiji Ukuran 3 Kg

0
1422

ROHIL, SUARAPERSADA.com – Guna mengantisipasi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram pada pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat menggelar operasi pasar, guna menekan kenaikan harga gas bersubsidi di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perindurian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hilir, Sukma Alpalah, Rabu (27/12/2017) kepada wartawan menyebutkan, harga jual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 18 ribu untuk ukuran melon.

“Semua harus sama, Rp 18 ribu untuk gas elpiji ukuran melon 3 kilogram di seluruh Kecamatan di Kabupaten Rohil, semua harus sama ya,” terang mantan Kadis Bapedalda ini seraya menegaskan.

Sukma menyebut, operasi pasar digelar sesuai paspor, yakni untuk di beberapa Kecamatan, seperti di Kota Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, Kecamatan Rimba Melintang, Kecamatan Tanah Putih, dan Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah.

Menurut ini digelar guna mengatasi kelangkaan dan katanya saat ini kondisi masyarakat sedang susah, untuk itu pihaknya berupaya untuk menormalkan kembali keadaan pasar.

Langkahnya gas elpiji ukuran 3kg di pasaran perlu dilakukan penyelidikan apakah karena ada oknum yang sengaja melakukan penimbunan atau melakukan spekulasi harga sehingga barang bersubsidi pemerintah itu menjadi langkah.

“Kita kan tahu kondisi masyarakat saat ini dalam keadaan susah, maka kita upayakan operasi pasar apalagi dalam rangka untuk menghadapi perayaan natal dan tahun baru,” tukasnya.

Dia menambahkan, bagi pemilik UKM dan rumah makan serta pemilik kedai kopi pihaknya menghimbau agar tidak menggunakan gas elpiji ukuran 3kg, karena itu hanya diperuntukkan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu.

“Mereka seharusnya tidak memakai gas elpiji ukuran 3kg, tapi seharusnya memakai gas elpiji ukuran 12 kilogram, dan ini nanti Insya Allah akan kita sosialisasikan,” ujarnya.

Terkait dengan beredarnya isu di Kecamatan Pasir Limau Kapas, gas elpiji ukuran 3kg yang banyak dipasok dari luar daerah seperti dari Sumatera Utara, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menurunkan tim kelapangan terkait hal tersebut.

“Saya belum dapat laporan dari Camat terkait masalah itu, itu seharusnya tidak boleh terjadi karena sudah ada wilayah pembagiannya, hukum ekonomi itu kan berlaku sekarang. Insya Allah nanti akan kita turunkan tim ke sana,” terangnya.

Satu unit truk colt diesel warna merah pengangkut elpiji milik Pertamina yang bermuatan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) itu terlihat mangkal di Jalan Merdeka Kota Bagansiapiapi, persis di depan Kantor BKAD. Operasi pasar yang berlangsung selama satu hari itu banyak diserbu pembeli.

Sorang ibu paru baya yang enggan disebutkan namanya saat berada di lokasi operasi pasar kepada media ini seraya membawa foto copy Kartu Keluarga (KK) mengaku senang dengan operasi pasar yang digelar oleh Pemda setempat. Pasalnya, harganya sangat murah dan terjangkau.

“Lapan boleh ibu setabung pak, aku ambil dua tabung, delapan belas ribu satu tabung pak, saya ngambil dua tabung,” katanya sembari berlalu.**(Wis)

Tinggalkan Balasan