PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Guna meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pekanbaru, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru menggelar lomba untuk mencari tenaga pendidik berprestasi, yang diikuti para guru pengajar, Kepala sekolah, mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK dan pengawas se-Kota Pekanbaru.
Acara lomba yang berlangsung di Aula Kantor Disdik Pekanbaru diikuti 75 orang dan pelaksanaannya akan berlangsung dilakukan selama 3 hari. Demikian disampaikan panitia lomba, yang juga sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Pekanbaru, Alexander, akhir pekan lalu.
Dikatakan Alexander, 75 peserta sebelumnya telah melalui seleksi yang dilakukan di UPTD masing masing dan telah memenuhi kriteria untuk mengikuti lomba untuk tingkat kota Pekanbaru. Dalam lomba atau seleksi, peserta akan melalui 4 tahapan, yakni seleksi ujian tertulis, penilaian portopolio, prensetasi karya tulis, dan yang terahir wawancara tentang wawasan pendidikan. “Keempat tahapan ini menjadi seleksi yang akan dilalui oleh para peserta untuk menentukan pemenangnya,” kata Alexander.
Diterangkan Alexander, lomba untuk tingkat kota pekanbaru, pihaknya akan mencari tiga peringkat terbaik pertama yang akan menjadi perwakilan Kota Pekanbaru untuk mengikuti perlombaan serupa di tingkat Provinsi Riau. “Dan kita berharap tenaga pendidik Pekanbaru nantinya dapat meraih yang terbaik di tingkat provinsi Riau, bahkan tingkat nasional,” tandasnya.
Naguib Nasution, salah seorang juri dalam lomba tesebut menegaskan, dalam setiap tahapan seleksi akan berlangsung ketat. “Mulai dari kelengkapan sebagai peserta, seperi Adm, portopolio, makalah, test tertulis, kompetensi, presentasi dan wawancara hungga best prestise ( pengalaman terbaik sebagai guru atau pegawas),” tegasnya.
Menurut Naguib, peserta lomba kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Artinya peserta itu itu saja, padahal di kota pekanbaru terdapat ribuan guru,” ujarnya.
Seharusnya kata Naguib, Pemerintah kota Pekanbaru dalam hal ini Disdik Pekanbaru, lebih meningkatkan pembinaan kepada para guru ataupun tenaga kependidkan, “agar mereka memiliki kemampuan,” pungkasnya.**jsn





















































