PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) Kota Pekanbaru secara rutin memonitor kesehatan hewan kurban yang ada di Kota Pekanbaru. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat agar daging hewan kurban tersebut sehat dan baik untuk dikonsumsi. Demimian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Perikanan kota Pekanbaru, Elsabrina, Jumat (25/8).
Dikatakan Elsabrrina, berdasarkan pemeriksaan bahwa hewan ternak dari petani musiman yang ada di Pekanbaru terdapat beberapa yang tidak layak potong. Seperti di jalan Soekarno Hatta ada dua sapi yang terjangkit cacingan dan satu ekor sapi terdapat luka di kakinya, terangnya.
Dipastikan, bahwa hewan yang tidak layak potong itu, saat ini sedang diobati. Namun memang tidak dianjurkan oleh Distakan untuk dijual. Sedangkan hewan kurban yang ada di peternakan di Kota Pekanbaru sejauh ini dalam keadaan sehat dan layak untuk dipotong.
Jelang pemotongan, kita akan membuat posko pengecekan kesehatan daging hewan kurban. Di posko itu, nantinya pada hari pemotongan hewan kurban masyarakat bisa cek apakah daging layak dikonsumsi atau tidak layak. Selanjutnya di hari (H) pemotongan, kita juga membuka posko pengetesan daging hewan,tegasnya.
Menurut Elsabrina, untuk hari Raya Idul Adha tahun ini, kebutuhan hewan kurban di Pekanbaru mencapai 10 ribu. Antara lain 8000 ekor di antaranya sapi dan 2000 ekor kambing.
Seluruh hewan kurban itu didatangkan dari provinsi tetangga seperti Lampung, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Distakan Kota Pekanbaru saat ini terus sosialisasi dan lakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan kurban,tutupnya.**(jsn)





















































